nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rumah Sekutu Presiden Afrika Selatan Digeledah Polisi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 17:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 18 1859521 rumah-sekutu-presiden-afrika-selatan-digeledah-polisi-u3HiqFr58F.JPG Pasukan elit Kepolisian Afrika Selatan menutup area di sekitar rumah Keluarga Gupta di Johannesburg (Foto: James Oatway/Reuters)

JOHANNESBURG – Pasukan elit dari Kepolisian Afrika Selatan menggeledah rumah milik keluarga pengusaha kontroversial, Gupta. Keluarga asal India itu diduga terlibat dalam kasus korupsi yang menjerat Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, yang akan segera lengser.

BACA JUGA: Presiden Afrika Selatan Bantah Miliki Rumah Mewah di Dubai 

Penggeledahan rumah keluarga Gupta itu akan menjadi tambahan moral bagi Ketua Partai Kongres Nasional (ANC) sekaligus Wakil Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa. Ia sebelumnya berjanji akan menindak tegas siapa saja yang terkait dalam dugaan kasus korupsi Jacob Zuma.

“Operasi ini adalah bagian dari penyelidikan atas dugaan kolusi dengan pemerintah. Kami menganggap serius kasus ini. Kami tidak main-main guna memastikan pihak yang bertanggung jawab dalam apa yang disebut ‘state capture’, harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” ujar juru bicara penyidik pasukan elit Kepolisian Afrika Selatan, Hangwani Mulaudzi, mengutip dari The Guardian, Rabu (14/2/2018).

Keluarga Gupta dituduh oleh Kejaksaan Negeri Afrika Selatan melakukan tindakan ‘state capture’, istilah yang dipakai untuk menggambarkan kolusi dengan Presiden Jacob Zuma. Keluarga itu diyakini mempengaruhi sejumlah penunjukkan menteri di kabinet, memenangkan kontrak proyek pemerintah bernilai jutaan dolar Amerika Serikat, serta mendapat informasi rahasia negara.

BACA JUGA: Partai ANC Lengserkan Jacob Zuma sebagai Presiden Afsel 

Sebagaimana diberitakan, Partai ANC memutuskan untuk mendepak Presiden Jacob Zuma dari jabatannya sebagai kepala negara. Keputusan itu disampaikan komite eksekutif setelah menggelar sidang luar biasa selama 13 jam pada Senin 12 Februari.

Jacob Zuma dikabarkan menolak untuk mematuhi permintaan Partai ANC. Gerakan politik kulit hitam paling kuat di Afrika Selatan itu kini sedang mencari cara baru agar pria berusia 75 tahun itu segera mengakhiri masa jabatan yang sudah diembannya selama sembilan tahun. Zuma sendiri masih berhak menyandang status Presiden Afrika Selatan hingga pertengahan 2019.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini