nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Afsel Tolak Permintaan Mengundurkan Diri

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 04:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 18 1859722 presiden-afsel-tolak-permintaan-mengundurkan-diri-XA7ZFXX1C7.JPG Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma (Foto: Sumaya Hisham/Reuters)

CAPE TOWN – Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, menolak permintaan partai politik berkuasa, Kongres Nasional Afrika (ANC), untuk mengundurkan diri. Pria berusia 75 tahun itu merasa tidak ada alasan baginya untuk mundur dalam waktu dekat.

“Sangat tidak adil bagi saya bahwa isu ini diangkat. Mereka tidak memberikanku alasan,” ujar Jacob Zuma dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi setempat, mengutip dari BBC, Kamis (15/2/2018).

Mantan Ketua Partai ANC itu mengatakan, dirinya sudah menawarkan untuk mundur setelah Juni mendatang. Namun, Zuma menegaskan dirinya menentang keras cara beberapa pihak mengangkat isu pengunduran diri tersebut. Ia akan memberikan pernyataan lebih lanjut pada malam waktu setempat.

BACA JUGA: Partai ANC Lengserkan Jacob Zuma sebagai Presiden Afsel 

Sebagaimana diberitakan, Partai ANC memutuskan untuk mendepak Presiden Jacob Zuma dari jabatannya sebagai kepala negara. Keputusan itu disampaikan komite eksekutif setelah menggelar sidang luar biasa selama 13 jam pada Senin 12 Februari.

Gerakan politik kulit hitam paling kuat di Afrika Selatan itu kini sedang mencari cara baru agar Jacob Zuma segera mengakhiri masa jabatan yang sudah diembannya selama sembilan tahun. Zuma sendiri masih berhak menyandang status Presiden Afrika Selatan hingga pertengahan 2019.

Salah satu alasan untuk mendepak Presiden Jacob Zuma adalah dugaan korupsi yang melibatkan keluarga Gupta. Zuma diketahui memiliki hubungan dekat dengan keluarga keturunan India tersebut. Pada Rabu 14 Februari, rumah milik keluarga Gupta di Johannesburg digeledah oleh unit elit Kepolisian Afrika Selatan.

BACA JUGA: Rumah Sekutu Presiden Afrika Selatan Digeledah Polisi 

Keluarga Gupta dituduh oleh Kejaksaan Negeri Afrika Selatan melakukan tindakan ‘state capture’, istilah yang dipakai untuk menggambarkan kolusi dengan Presiden Jacob Zuma. Keluarga itu diyakini mempengaruhi sejumlah penunjukkan menteri di kabinet, memenangkan kontrak proyek pemerintah bernilai jutaan dolar Amerika Serikat, serta mendapat informasi rahasia negara.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini