nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadiri Kongres HMI, Presiden Jokowi Paparkan Tantangan Global hingga Program Kerja Pemerintah

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 13:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 337 1859428 hadiri-kongres-hmi-presiden-jokowi-paparkan-tantangan-global-hingga-program-kerja-pemerintah-y8FlHYKq9T.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menghadiri Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Universitas Pattimura (Unpatti), Kota Ambon, Provinsi Maluku. Dalam kesempatan itu ia mengatakan, Indonesia memiliki kemampuan menjadi negara yang mampu memimpin dunia karena menjadi negara Muslim terbesar di dunia. Apalagi, Indonesia mengusung demokrasi Pancasila yang menjunjung pemahaman Islam yang moderat dan penuh toleransi.

"Kita punya modal besar menjadi pemimpin. Islam Indonesia adalah yang moderat, bertoleransi, dan terbuka untuk kemajuan. Kita punya bukti bahwa Nusantara kukuh dan bersatu, negara Muslim yang sukses berdemokrasi, dan memiliki insan yang hebat, yang memperjuangkan keadilan," kata Presiden Jokowi berdasarkan keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Rabu (14/2/2018).

Kepala Negara memuji setinggi langit kualitas dari setiap kader HMI. Menurut dia, perjuangan Sang Hijau-Hitam masih panjang lantaran Indonesia memiliki tantangan dan persaingan global. Mereka pun harus mampu mencetak kader insan cita yang berkualitas agar mampu menghadapi persaingan.

(Baca: Presiden Jokowi Hadiri Kongres HMI hingga Kunjungi Pulau Seram di Maluku)

"Tidak ada jalan lain, selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berakhlak mulia, cerdas, inovatif, dan solutif. Saya tahu ini bukan tugas ringan," terangnya.

Presiden Jokowi menerangkan, pemerintah tengah melakukan upaya peningkatan kualitas dan kemampuan saing sumber daya manusia (SDM). Pembangunan infrastruktur yang merata merupakan salah satu bagian dari upaya itu. Terlebih lagi bahwa infrastruktur di wilayah Timur Indonesia yang masih jauh tertinggal.

"Prioritas pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, waduk, dan pembangkit listrik adalah sebuah langkah awal yang dibutuhkan untuk menopang ekonomi nasional kita agar bisa berkompetisi dengan negara lain," imbuhnya.

Namun yang perlu digarisbawahi, pembangunan infrastruktur tidak hanya selalu mengenai perekonomian semata. Pembangunan infrastruktur yang merata seperti dilakukan pemerintah saat ini merupakan perwujudan nyata dari sila kelima Pancasila, yakni untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di hadapan peserta kongres, Presiden Jokowi menampilkan potret kehidupan yang terpampang di layar besar mengenai bagaimana masyarakat Papua sangat membutuhkan infrastruktur yang sama baiknya dengan yang dinikmati oleh sebagian besar rakyat di Pulau Jawa.

"Saya berikan sebuah gambaran jalan di Papua. Berjalan 150 kilometer (km) bisa menempuh dua sampai tiga hari. Kalau ada orang menyampaikan infrastruktur tidak penting, lihatlah kondisi seperti ini," tuturnya.

Keadilan sosial, menurut Presiden Jokowi, juga harus menyentuh anak-anak bangsa yang kelak akan meneruskan perjuangan negara. Melalui sejumlah program sosial, pemerintah terus berupaya mewujudkan keadilan sosial dan mengurangi kesenjangan.

"Kita ingin membangun Indonesia yang lebih adil. Kartu Indonesia Pintar (KIP) menjamin semua anak bisa bersekolah, sudah kita berikan kepada 18 juta anak. Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjamin semua warga untuk mengakses layanan kesehatan, sudah diberikan kepada 92 juta warga," ungkapnya.

(Baca: Presiden Jokowi Pagi Ini Tinjau Proyek Pelaksanaan Padat Karya di Ambon)

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno; Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono; Gubernur Maluku Said Assagaff; tokoh senior KAHMI Akbar Tanjung; dan Ketua Umum Pengurus Besar HMI Mulyadi Tamsir.

Tampak hadir pula Ketua MPR RI Zulkifli Hasan; Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang; dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini