Image

Kapolri dan Pimpinan DPR Teken MoU Pengamanan Kompleks Parlemen

Bayu Septianto, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 19:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 337 1859677 kapolri-dan-pimpinan-dpr-teken-mou-pengamanan-kompleks-parlemen-R3ZUKzb4ii.jpg Pimpinan DPR Bambang Soesatyo teken MoU dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Bayu Septianto)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian mendatangi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 14 Februari 2018 siang tadi. Kedatangan Tito bukan untuk rapat dengan Komisi III, melainkan menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga lembaga legislatif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

MoU itu berisikan perihal penambahan pengamanan di lingkungan DPR. Tiga ketua lembaga legislatif hadir, yakni Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo alias Bamsoet; Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Oesman Sapta Odang alias OSO.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, kedatangan Kapolri untuk membicarakan penambahan pengamanan di Gedung DPR/MPR.

"Ini dalam rangka meningkatkan keamanan. Bukan dari kritik dan imunisasi," terang Bamsoet sebelum menandatangani MoU di Ruang Pimpinan DPR, Nusantara III, Gedung DPR, Senayan Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).

(Baca Juga: Parlemen Moderen, DPR Segera Miliki Aplikasi Pengaduan Aspirasi Masyarakat)

Menurut Bamsoet, MoU ini telah dibahas jauh sebelum adanya Revisi UU MD3 disahkan. Pembahasan MoU penambahan pengamanan ini karena didasari aksi terorisme bom bunuh diri yang sempat terjadi di DPR belasan tahun silam. Bamsoet berharap, penandatangan MoU bisa memberikan efek positif untuk keamanan Gedung DPR/MPR.

"Ini telah lama kita bahas. Sejak ada berbagai peristiwa bom bunuh diri beberapa waktu lalu," tuturnya.

(Baca Juga: Bamsoet Didukung Fraksi untuk Perbaiki Citra DPR)

Sementara Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pembahasan soal penambahan personel pengamanan telah dibahas selama dua tahun. Dia bersyukur, pembahasan selama dua tahun akhirnya terwujud saat ini.

"Ini sudah lama kami bicarakan. Hampir dua tahun akhirnya kita realisasi hari ini," ujar Tito.

Menurut Tito, Kompleks Parlemen merupakan salah satu simbol negara yang harus selalu terjaga keamanannya. Tito menilai masih banyak celah kerawanan di Kompleks Parlemen untuk dilakukan kejahatan atau aksi kriminalitas.

"Untuk itu, kita melakukan evaluasi bersama-bersama dengan para pimpinan DPR RI agar dibuat lebih tertib dan lebih aman," pungkas Tito.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini