Image

Ketua Arisan Online 'Mama Yona' Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan

Wijayakusuma, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 18:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 338 1859632 ketua-arisan-online-mama-yona-ditetapkan-tersangka-penipuan-NKOg7ioJ8w.jpg Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito. (Foto: Wijayakusuma/Okezone)

BEKASI - Polres Metro Bekasi akhirnya menetapkan Desy Chrisna Yulyani Sitanggang sebagai tersangka kasus penipuan grup arisan online 'Mama Yona'. Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara pihak kepolisian.

"Saat ini sudah ada satu tersangka utama, yaitu pelaku yang menjadi ketua arisan online," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito kepada Okezone di Bekasi, Rabu (14/2/2018).

Meski demikian, pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini guna mencari kemungkinan adanya tersangka baru, termasuk memeriksa suami tersangka, Yoki Rumapea yang saat ini sudah dalam penahanan polisi.

"Kepada suami tersangka kita lakukan pendalaman, untuk mengetahui apakah ada keterlibatannya dalam kasus ini," ungkapnya.

Selain suami, polisi juga tengah menyelidiki empat orang rekan tersangka, yaitu Siti Arisyah, Mala Moly, Ikrah Indah dan Fejuna Arwan, yang turut berperan sebagai admin di grup arisan online tersebut. "Ada beberapa rekening dari admin grup yang digunakan untuk mentransfer uang para korban," jelas Rizal.

(Baca juga: Korban Arisan Online "Mama Yona" Terus Berdatangan dari Luar Bekasi)

Sementara jumlah korban yang telah diperiksa keterangannya oleh polisi saat ini berjumlah 14 orang. Banyaknya korban yang melapor membuat polisi terus bergerak cepat demi mengungkap kasus ini. "Kemungkinan jumlah korban yang melapor akan terus bertambah. Untuk mempermudah penanganan, kita akan buat posko pengaduan," ujarnya.

Rizal menyebut, tersangka terancam Pasal 28 Ayat 1 juncto serta Pasal 45a Ayat 1 UU RI NO 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP.

"Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun kurungan penjara dan denda satu miliar rupiah," pungkasnya.

Dari informasi, hari ini para korban yang berasal dari luar negeri rencananya akan datang untuk melaporkan kasus penipuan arisan online yang menimpa mereka.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini