Jenderal Jepang, Tomoyuki Yamashita, memerintahkan pasukannya untuk terus merangsek ke selatan. Pada 31 Januari 1942, Pasukan Sekutu terpaksa mundur menyeberangi jembatan di Selat Johor ke pangkalan laut Inggris di Singapura. Jembatan tersebut berhasil dibom, tetapi hanya hancur sedikit.
Pada 5 Februari 1942, Yamashita membawa persenjataan lengkap dan menyerbut Semenanjung Malaya serta mulai membombardir Singapura. Tiga hari kemudian, ribuan pasukan Jepang berhasil masuk lewat perairan kecil dan mendirikan jembatan-jembatan. Para teknisi Jepang dengan cepat memperbaiki jembatan utama sehingga seluruh persenjataan mereka bisa dibawa menyeberang ke Singapura.
Jepang pun berhasil masuk ke jantung Inggris di Singapore City dan memecah belah pasukan Sekutu ke beberapa kelompok. Pada 15 Februari 1942, Jenderal Arthur Ernest Percival menyerah kepada Jepang karena sudah kehabisan bahan makanan serta amunisi.
Kehilangan Singapura berarti Inggris melepaskan kendali atas jalur perairan strategis dan membuka Samudera Hindia terhadap invasi Jepang. Perdana Menteri Winston Churchill menyebut kekalahan itu sebagai bencana paling buruk dalam sejarah Inggris.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.