Image

Jasad WN Filipina Ditemukan di Freezer, Duterte Larang Kirim PRT Ke Kuwait

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 20:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 15 18 1860185 jasad-wn-filipina-ditemukan-di-freezer-duterte-larang-kirim-prt-ke-kuwait-1QJjMN7Ml3.jpg Presiden Filipina Rodrigo Duterte melarang pengiriman PRT ke Kuwait. (Foto: Reuters)

KUWAIT - Jasad seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Filipina ditemukan di dalam sebuah lemari pendingin (freezer) di Kuwait. Polisi mengatakan, perempuan itu telah disiksa atau dicekik hingga tewas sebelum dijejalkan ke dalam lemari pendingin.

BACA JUGA: Presiden Duterte Akan Larang Warga Filipina Bekerja di Kuwait

Joanna Demafelis dikirim kan untuk bekerja pada sebuah keluarga di Kuwait pada 2014. Namun, perempuan berusia 29 tahun itu hilang kontak dengan keluarganya pada 2016 dan tidak diketahui kabarnya sampai jasadnya ditemukan pekan lalu.  

Jasad Joanna ditemukan di sebuah apartemen milik di wilayah Al Shaab.Polisi meyakini jasad Joanna telah berada di dalam freezer tersebut selama lebih dari satu tahun.

Saat Joanna ditemukan, pasangan Hassoun dan Assaf yang tinggal dan menyewa apartemen itu telah melarikan diri. Baru kemudian diketahui bahwa Assaf pernah melaporkan hilangnya Joanna tahun lalu.  

Kasus ini sedang dalam penyelidikan polisi bersama dengan kematian tujuh pembantu rumah tangga asal Filipina lainnya yang juga tewas di Kuwait.

Kejadian ini membuat Presiden Filipina, ROdrigo Duterte marah dan memerintahkan pelarangan total pengiriman tenaga kerja Filipina ke Kuwait. Dia juga menawarkan penerbangan pulang ke Filipina secara gratis bagi para pekerja yang sudah berada di Kuwait.

Tawaran ini diterima oleh sekira 900 orang pekerja Filipina di Kuwait dan 10 ribu lainnya diperkirakan akan segera menyusul. Pemerintah Kuwait mengecam langkah Duterte itu dan mengatakan tindakan itu akan mempengaruhi hubungan kedua negara.  

Sebelumnya, Duterte telah menyampaikan keluhan kepada Pemerintah Kuwait karena kasus penyiksaan terhadap para pembantu rumah tangga Filipina selalu berasal dari Kuwait. Dia secara tegas meminta Pemerintah Kuwait untuk memperlakukan pekerja Filipina dengan "harga diri".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini