Image

Patung Slamet Riyadi "Dimandikan" agar Kinclong di Hari Kasih Sayang

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 05:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 15 512 1859841 patung-slamet-riyadi-dimandikan-agar-kinclong-di-hari-kasih-sayang-Q3AsxfSKPg.JPG Patung Slamet Riyadi dibersihkan (Foto: Solopos)

SOLO - Berlumut dan kotor. Begitulah kondisi patung Brigjen Slamet Riyadi dan bangunan di sekelilingnya di Bundaran Gladak, Solo, Jawa Tengah. Batu alam yang menghiasi tembok fondasi patung Slamet Riyadi pun tak luput dari kotoran bekas oli.

Tak mudah untuk membersihkannya. Dibutuhkan tenaga ekstra untuk membersihkan lumut dan kotoran yang menempel baik di patung Slamet Riyadi maupun di bangunan kelilingnya. Puluhan petugas gabungan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Perlindungan Masyarakat (Linmas), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo bahu membahu pada Rabu 14 Februari 2018 pagi kemarin untuk membersihkannya.

Berbekal sikat, sapu, dan alat pembersih lainnya, mereka membersihkan kotoran tersebut. Tjatur Wahyu Purnomo, petugas Dinas Damkar, begitu semangat menyikat bagian batu alam dinding fondasi patung Slamet Riyadi. Dinding tersebut terdapat bekas ceceran oli.

“Susah dibersihkan bekas ceceran olinya. Sudah disikat juga tidak hilang,” kata dia seperti dilansir dari laman Solopos.com.

Selain bekas ceceran oli, kondisi patung Slamet Riyadi yang terletak di ujung Jalan Slamet Riyadi itu ini juga dipenuhi lumut. Untuk membersihkan lumut itu, petugas harus menggunakan tangga mobil pemadam kebakaran milik DPK dan Sky Walker milik Dishub.

Seorang petugas tampak membersihkan dengan menyikat bagian patung dari atas ketinggian 10 meter. Seusai dibersihkan patung tersebut ‘dimandikan’ dengan disemprot air dari mobil pemadam kebakaran.

Di lokasi lain, petugas membersihkan trotoar sisi barat Jl. Jenderal Sudirman. Sama seperti pembersihan patung Slamet Riyadi, trotoar dibersihkan juga dengan disikat. Petugas sibuk menyikat trotoar dengan menggunakan sabun dan kemudian disemprot air bersih.

Cara unik ini dilakukan petugas sekaligus dalam memperingati hari kasih sayang (valentine) serta Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99 Damkar. “Sebagian besar masyarakat merayakan hari kasih sayang, kami pun coba ikut-ikutan. Tapi dengan membersihkan patung monumen para pejuang ini sebagai bentuk terima kasih,” kata Kepala Dinas Damkar Solo, Gatot Sutanto.

Gatot mengaku beberapa noda bekas oli di patung belum dapat dibersihkan. Diperlukan teknik khusus untuk membersihkannya. Noda bekas oli disebabkan tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dengan tidak mengotori monumen bersejarah itu.

“Harapannya masyarakat bisa merawat dan menjaga, yaitu dengan tidak mengotori," pungkas Gatot.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini