Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Delik RCTI Merana karena Bencana

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Minggu, 18 Februari 2018 |18:35 WIB
  Delik RCTI Merana karena Bencana
foto: Illustrasi Okezone
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah bencana melanda tanah air di awal tahun 2018. Tidak hanya di Jakarta dan Jawa Barat, sejak dua bulan terakhir beberapa wilayah di Indonesia juga dikepung serangkaian bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga awal Februari 2018 telah terjadi 275 bencana di wilayah Indonesia mengakibatkan 30 orang meninggal dunia. Khusus di Jakarta, Ibu Kota negara, soal banjir menyita perhatian lebih. Silih berganti pemimpin Jakarta, mimpi untuk bebas dari banjir belum juga menjadi nyata. Ketika hujan deras mengguyur dan Sungai Ciliwung tak lagi dapat menampung, saat itulah kegelisahan sebagian warga Jakarta muncul, banjir tak lama lagi pasti datang.

Saat ini hampir diseluruh wilayah Indonesia memasuki musim penghujan. Bogor menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi curah hujan tinggi. Hujan deras yang mengguyur Bogor pasti berdampak pada Ibu Kota Jakarta.

Memiliki sejarah dengan banjir, tidak serta merta mengabaikan banjir di Jakarta terus menerus terjadi setiap tahun. Saat ini resapan-resapan air telah banyak beralih fungsi, menjadikan Jakarta tak lagi ramah dengan lingkungan.

Tidak hanya Banjir, curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan Bogor menjadi sebab terjadinya bencana longsor di sejumlah titik di kabupaten Bogor. Enam orang meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di kawasan puncak dan Cijeruk kabupaten Bogor.

Peristiwa longsor merupakan tragedi yang sangat memilukan. Bencana memang datang tanpa rencana, namun setidaknya peristiwa longsor di kabupaten Bogor dapat di antisipasi jika warga mau menjaga lingkungan dan mentaati aturan.

Cuaca ekstrem bukan satu-satunya penyebab longsor di Bogor. Ironisnya longsor juga terjadi akibat berkurangnya daerah resapan air. Daerah resapan air justru telah beralih fungsi menjadi lahan pemukiman bahkan sentral bisnis.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement