PONTIANAK - Sejak sepekan terakhir, kurang lebih 23 hektare lahan gambut di Kota Pontianak terbakar. Sesuai data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, sebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu terdapat di Parit Demang, Pontianak Selatan sebanyak dua hektare.
Kemudian di Parit Cahaya Baru satu hektar dan Jalan Sepakat 2, Ahmad Yani, Pontianak Tenggara lebih sepuluh hektar. Lalu, lahan di Sungai Raya Dalam lebih empat hektar, Siantan Hulu lebih dari dua hektar dan di Purnama 2 lebih empat hektar.
"Kami bersama instansi terkait akan terus berupaya untuk mengatasi karhutla yang sedang terjadi, agar tidak membahayakan pemukiman masyarakat," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Pontianak, Aswin Thaufik kepada sejumlah wartawan.
Lanjut Aswin mengungkapkan, meski sudah berupaya, ternyata ada beberapa kendala yang terjadi saat pemadaman karhutla. Seperti tidak ada sumber air. Kalau pun ada, lokasinya jauh dari titik api. "Sehingga kami harus menggunakan mobil tangki dengan selang sepanjang 300-400 meter," ucapnya.
Kemudian, jika lokasi tersebut lebih jauh atau pun sulit untuk dijangkau dengan mobil tangki, maka hal utama dilakukan adalah memblokir api yang sudah menjalar mendekati pemukiman.
"Bagi areal yang tidak bisa diakses lewat darat, solusinya hanya dengan water booming dari helikopter BNPB dan sekarang sedang dalam proses pengiriman," kata Aswin.
Dikatakan Aswin, dari hasil paparan rakor karhutla BNPB, 95 persen lahan yang terbakar karena disengaja dan kebanyakan terjadi di lahan tidur.
"Sayangnya saat didatangi tidak ada yang didapati atau sudah kabur duluan. Biasanya seperti itu, lihat mobil BPBD atau petugas TNI Polri, mereka sudah kabur, belum ada yang OTT, tapi tetap kita intai," tutup Aswin.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.