JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto telah bertemu Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin.
Pertemuan ini terbilang mendadak lantaran tidak terdaftar dalam jadwal harian yang disampaikan Humas Kemenko Polhukam. Hal ini kemudian menimbulkan tanda tanya. Terlebih, usai pertemuan, keduanya kompak tidak memberi keterangan secara gamblang.
Terkait itu, Wiranto menjelaskan, pihaknya hanya mendiskusikan persoalan hukum dan keamanan dengan Wakapolri dan Panglima TNI. Ia mengaku tidak membahas satu persoalan secara spesifik, khususnya terkait isu kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.
"Tidak ada yang spesifik yah, seluruhnya kita bahas. Semua kita bahas. Apakah persiapan pilkada, apakah kemanan nasional, stabilitas politik. Karena kita sadar bahwa ekonomi bsa berjalan dengan baik, pembangunan bisa lancar kalau jaminan stabilitas keamanan itu bagus," ungkapnya usai menghadiri Rakornas Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (20/2/2018).
(Baca Juga: Panitia Penyambutan Tak Bisa Pastikan Kepulangan Habib Rizieq)
Mantan Panglima ABRI itu menerangkan, pihaknya mengaku tiap minggu selalu mengumpulkan pejabat yang berkaitan dengan bidang hukum dan keamanan. Karenanya, dalam pertemuan dengan Wakapolri dan Panglima TNI kemarin, pihaknya hanya berdiskusi membahas isu-isu terkini saja.
"Kita kumpul di situ untuk membincangkan sesuatu yang kita selesaikan, sehingga seluruh aparat keamanan dalam melaksanakan tugas bisa saling berkoordinasi, kompak dan tidak sendiri-sendiri karena antar hukum dan keamanan merupakan sesuatu yang tidak dipisahkan," jelas dia.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.