nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dituding Korupsi oleh Nazaruddin, Fahri Hamzah: Bohong! Dia Enggak Punya Bukti

Bayu Septianto, Jurnalis · Selasa 20 Februari 2018 14:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 20 337 1862035 dituding-korupsi-oleh-nazaruddin-fahri-hamzah-bohong-dia-enggak-punya-bukti-qfzvcQquJi.jpg Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan Nazaruddin berbohong soal kasus korupsi yang dilakukannya (Foto: Bayu/Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berang dengan tuduhan mantan bendahara umum Partai Demokrat M Nazaruddin. Diketaui, usai bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi proyek e-KTP, untuk terdakwa Setya Novanto (Setnov), Nazaruddin menuding Fahri telah menerima sejumlah uang darinya terkait tindak pidana korupsi saat menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Menurut Fahri, selama dirinya menjadi pimpinan Komisi III sama sekali tak pernah mengurus proyek-proyek yang ada di DPR. Apalagi yang bersinggungan dengan Nazaruddin. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu bahkan menyebut dirinya tak mau akrab dengan Nazaruddin.

"Saya tahu Nazar cara bekerjanya. Karena itu saya enggak mau dekat dengan dia dari awal. Saya tidak pernah urusan uang keuangan sama dia. Enggak punya urusan bisnis sama dia. Apalagi tuduhan dia, yang sebenarnya belum jelas," ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018).

(Baca Juga: Nazaruddin Klaim Punya Berkas Korupsi Fahri Hamzah)

(Baca Juga: Fahri Hamzah Anggap Nazaruddin Bersekongkol dengan KPK)

Terkait omongan Nazaruddin yang mengklaim memiliki bukti Fahri melakukan korupsi, Fahri dengan nada tinggi menyebut Nazaruddin telah berbohong. Ia yakin Nazarudin tak memiliki bukti-bukti yang ia sebut-sebut itu.

"Bohong, Nazar enggak ada buktinya. Nazar itu lagi marah dan depresi. Enggak ada buktinya. Bohong itu. Kalau ada buktinya kenapa sekarang dia ngomong. Enggak ada buktinya. Ini bohong. Percaya deh," tegasnya.

Fahri bahkan kembali menegaskan dirinya sama sekali tak pernah menerima uang dari suatu proyek selama ia menjadi anggota DPR. "Insya Allah enggak ada. Enggak ada," tegasnya.

Selama menjadi wakil rakyat, sambungnya, ia mengetahui siapa saja rekan-rekannya yang bermain proyek dan mencari keuntungan dari adanya proyek-proyek tersebut. "Saya sejak masuk DPR ini sudah tahu bahwa saya tahu cara orang bermain. Dan itu saya memakai mata batin saya. Saya ngerti siapa yang bermain," tuturnya.

"560 anggota DPR ini kalau tidak dicarikan jalan untuk mencari uang, dia akan cari sendiri-sendiri caranya dan itu tidak baik. Saya ngerti itu karena itu saya enggak mau masuk jebakan. Alhamdulillah. Saya nggak mau masuk jebakan yang mereka mau siapkan itu," imbuhnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini