nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

30 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Karo Terdampak Erupsi Dahsyat Gunung Sinabung

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 21 Februari 2018 16:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 21 340 1862681 30-hektare-lahan-pertanian-di-karo-terdampak-erupsi-dahsyat-gunung-sinabung-r35xVSKbeo.jpg Ilustrasi Erupsi Gunung Sinabung (foto: Ist)

MEDAN – Sebanyak 30.320 hektare (ha) lahan pertanian milik warga di 8 Kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terkena dampak erupsi dahsyat Gunung Api Sinabung yang terjadi pada Senin 19 Februari 2018.

Yakni di Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Payung, Kecamatan Tiganderket, Kecamatan Kutabuluh, Kecamatan Munthe, Kecamatan Tigabinaga dan Kecamatan Juhar.

(Baca Juga: Ribuan Hektare Lahan Pertanian Masih Tertutup Abu Vulkanik Sinabung)

“Iya, total areal pertanaman yang terkena dampak erupsi kemarin mencapai 30.320 hektare. Yang terdampak paling parah itu di 2 kecamatan, yakni Kecamatan Payung dan Tiganderket,” sebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Sarjana Purba saat berada di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Medan, Rabu (21/2/2018).

Aktivitas Warga Karo Berangsur Normal Pascaerupsi Gunung Sinabung

Sarjana merinci, dari total 30.320 hektare yang terdampak erupsi itu, 15.913 hektare diantaranya merupakan tanaman. Lalu ada 11.770 hektare lahan perkebunan serta 2.638 hektare lahan pertanaman hortikultura.

"Sisanya, areal pertamanan dari berbagai jenis tanaman. Untuk pangan seperti Padi, jagung dan kedelai. Holticutura ‎seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dan Perkebunan Kopi, tembakau dan lain-lainnya," kata Sarjana.

(Lihat Juga: ">Kondisi Pasca Gunung Sinabung Erupsi Dahsyat)

Meski terdampak erupsi Gunung Api Sinabung, lanjut Sarjana, tidak seluruh tanaman rusak maupun terancam gagal panen. Hal itu sehubungan telah turunnya hujan di sejumlah daerah di 8 kecamatan tersebut pada Selasa kemarin.

“Semalam hujan sudah turun, jadi tanaman sudah dibersihkan secara alamiah. Tapi tentunya ada juga yang rusak. Kita sendiri sudah mengantisipasi kondisi ini dengan membagikan blower kepada petani, sehingga bisa meniup abu yang menutupi tanaman mereka,” tegasnya.

Sebelumnya, Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara mengalami erupsi yang cukup Senin 19 Februari 2018 sekitar pukul 08.54 WIB. Erupsi gunung berketinggian 2450 mdpl itu membentuk kolom erupsi hingga 5 ribu meter. Erupsi juga menyebabkan luncuran awan panas hingga sejauh 4,9 kilometer.

(Baca Juga: Debu Vulkanik Gunung Sinabung Sampai Lhokseumawe, Warga Diimbau Pakai Masker dan Kacamata)

Akibat erupsi itu, delapan kecamatan di lingkar Gunung Sinabung terpapar abu vulkanik. Lima diantaranya bahkan sempat gelap gulita karena matahari tak bisa menembus tebalnya abu. Sejumlah wilayah di lima kecamatan itu juga terdampak hujan kerikil yang dimuntahkan dari mulut gunung.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun erupsi dahsyat itu sempat membuat warga panik. Erupsi juga membuat ribuan rumah serta puluhan ribu hektare areal pertanian warga tertutup abu vulkanik.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini