Sarjana merinci, dari total 30.320 hektare yang terdampak erupsi itu, 15.913 hektare diantaranya merupakan tanaman. Lalu ada 11.770 hektare lahan perkebunan serta 2.638 hektare lahan pertanaman hortikultura.
"Sisanya, areal pertamanan dari berbagai jenis tanaman. Untuk pangan seperti Padi, jagung dan kedelai. Holticutura seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dan Perkebunan Kopi, tembakau dan lain-lainnya," kata Sarjana.
(Lihat Juga: ">Kondisi Pasca Gunung Sinabung Erupsi Dahsyat)
Meski terdampak erupsi Gunung Api Sinabung, lanjut Sarjana, tidak seluruh tanaman rusak maupun terancam gagal panen. Hal itu sehubungan telah turunnya hujan di sejumlah daerah di 8 kecamatan tersebut pada Selasa kemarin.
“Semalam hujan sudah turun, jadi tanaman sudah dibersihkan secara alamiah. Tapi tentunya ada juga yang rusak. Kita sendiri sudah mengantisipasi kondisi ini dengan membagikan blower kepada petani, sehingga bisa meniup abu yang menutupi tanaman mereka,” tegasnya.