Sukseskan Musrenbang, Bupati Pasangkayu Canangkan Satu Pengusaha Satu Desa

Joni Banne, Sindo TV · Kamis 22 Februari 2018 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 22 340 1863228 sukseskan-musrenbang-bupati-pasangkayu-canangkan-satu-pengusaha-satu-desa-ROI98xpln3.jpeg Musrenbang Kabupaten Pasangkayu (Foto: Joni/Okezone)

PASANGKAYU - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan tiga hari berturut-turut oleh Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat di tiga kecamatan, yakni kecamatan Sarjo, Bambaira dan Bambalamotu fokus pada pembahasan perencanaan pembangunan infrastruktur.

Acara yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Litbang Kabupaten Pasangkayu, Firman juga membahas salah satu program unggulan Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, yakni menghasilkan satu pengusahan di satu desa agar bisa menjadi contoh bagi daerah lain juga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

Hal tersebut disampaikan Firman usai melakukan dialog dengan warga saat pelaksanaan musrenbang di Kecamatan Bambalamotu, didampingi staf khusus Bupati Bidang Hukum dan HAM Anas C Saputra. Firman mengatakan, di periode pertama pasangan Agus Ambo Djiwa dan Muh Saal, program Desa Smart sukses mengidentifikasi potensi-potensi komoditi yang ada di desa.

(Baca Juga: Gelar Musrembang, Pemkab Pasangkayu Berharap Pembangunan Infrastuktur Dapat Tertata dengan Baik)

"Di periode kedua Pak Bupati, dari desa smart naik ke level kawasan melalui Sangayu Smart,” tegasnya.

“Untuk menentukan satu kawasan unggulan tidak bisa didukung hanya satu desa sehingga butuh dukungan dari beberapa desa untuk satu kawasan, konsep dari satu desa satu komoditi hari ini kita ubah menjadi satu desa satu pengusaha dan tidak menutup kemungkinan lebih dari satu pengusaha, kemudian dari pengusaha ini bisa mengkapitasi komoditi-komoditi yang ada di desa tersebut," Imbuh Firman.

Lebih Lanjut, Firman mengatakan, untuk pengusaha yang ada di tiap desa diharapkan bisa mengkapitasi komoditi pertanian, industri dan komoditi lain yang ada di tiap desa dimana dia tinggal.

(Baca Juga: Kabupaten Pasangkayu Akan Meningkatkan Target Pajak Jadi Rp7,7 Miliar)

"Inilah orang yang disiapkan untuk bisa membeli hasil dari masyarakat kemudian bisa memasarkannya. Untuk pemasaran nanti akan dibuat galeri untuk menampung setiap produk yang dihasilkan di tiap desa, dan nanti juga akan diusahakan oleh Dinas Koperindag untuk mengadakan koperasi mandiri untuk meng-cover dalam hal kerja sama, namun untuk pasar industri rumah tangga pasaran pasti banyak," pungkas Firman.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini