nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanggul Sungai Lariang Jebol, Bupati Pasangkayu Minta Balai PUPR Bertindak

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 15:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 04 1 1906338 tanggul-sungai-lariang-jebol-bupati-pasangkayu-minta-balai-pupr-bertindak-kdbiSR7hiA.JPG Gubernur Sulbar dan Bupati Pasangkayu tinjau Sungai Lariang (Foto: Pemkab Pasangkayu)

PASANGKAYU - Arus Sungai Lariang, yang melewati Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mulai mengganas. Derasnya arus sungai yang menjebol tanggul bahkan sampai menyapu puluhan hektare lahan perkebunan sawit milik warga dan memutus akses jalan menuju desa.

Akibatnya, ratusan kepala keluarga di Dusun Kalindu, Desa Lariang, terisolasi. Sebagian warga pun telah mengungsi ke ke rumah kerabatnya di dusun tetangga. Warga Dusun Kalindu terpaksa membuat jalur alternatif untuk bisa mengevakuasi barang-barang mereka kerumah kerabat.

Bencana alam yang menimpa Desa Lariang ini tak pelak jadi perhatian serius dari Pemkab Pasangkayu dan Pemrov Sulbar. Bupati Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa, bersama Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar Senin (4/6/2018) meninjau langsung jalan desa yang amblas tersebut.

Pada kesempatan itu Bupati dan Gubernur menyampaikan rasa keperihatinannya kepada masyarakat setempat. Bupati mengaku akan melakukan berbagai upaya untuk melakukan penanggulangan sosial kepada para warga korban bencana ini.

Bupati Pasangkayu

"Saya akan segera perintahkan dinas saya untuk memperbaiki jalan alternatif, pengganti jalan desa yang putus ini. Sifatnya segera, karena ini menjadi satu-satunya akses warga setempat," tegas Agus Ambo Djiwa.

Mengenai upaya normalisasi Sungai Lariang, pihaknya mengaku tidak dapat berbuat banyak. Menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, karena membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

"Kami hanya bisa melakukan penanggulangan sosialnya saja. Mengenai upaya normalisasi sungai itu kewenangangan balai. Makanya pihak balai harus segera bertindak, jika tidak arus sungai ini akan menenggalamkan perkampungan warga disini. Anggaran yang dibutuhkan memang tidak sedikit,” tuturnya.

Bupati Pasangkayu

Hal senada disampaikan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar. Dirinya meminta pihak balai segera mengambil tindakan cepat. Selain itu ia juga menyarankan BWS Sulawesi III, melakukan upaya penanggulangan yang berkesinambungan dan menyeluruh terhadap sungai terpanjang dan terbesar di Sulbar itu.

"Jadi tidak usah saling menyalahkan. Sedimentisi Sungai Lariang ini sudah sangat parah, jadi perlu mungkin pemerintah pusat melalui Balai memikirkan upaya pengerukan sungai dari muara hingga sejauh mungkin ke hulu. Kami dan Pemkab Pasangkayu juga akan memikirkan penghijauan disepanjang bantaran sungai, untuk penguatan tebing sungai," ungkap Ali Baal.

Sementara itu, Kepala Satker OP dan Bencana BWS Sulawesi III, Wayan Karnaya, mengaku tidak bisa melakukan upaya penanggulangan darurat di sana. Menurutnya, upaya normalisasi Sungai Lariang tidak bisa dilakukan secara parsial. Melainkan harus melalui kajian mendalam agar menyentuh akar permasalahan.

Bupati Pasangkayu

"Berbicara sungai ini tidak bicara spot-spot, tapi berbicara satu kesatuan dari hilir hingga ke hulu. Penanganannya juga tidak bisa seperti yang dilihat sekarang, karena ini hanya menyembuhkan di mana lukanya. Sumber penyebabnya ini adalah kita harus mengalihkan aliran sungai. Mengenai jalan aliran yang akan dibuat perlu pengkajian dengan beberapa instasi terkait," jelasnya.

Mengenai kapan pengerjaan pengalihan arus sungai ini, ia masih enggan memastikan. Namun, kata dia akan diupayakan secepat mungkin. Sedangkan anggaran yang dibutuhkan ditaksir mencapai lebih dari Rp10 miliar.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini