nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Ternyata Pernah Terima Laporan Orang Mirip Sketsa Penyiram Novel Baswedan

Badriyanto, Jurnalis · Jum'at 02 Maret 2018 16:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 02 337 1867077 polisi-ternyata-pernah-terima-laporan-orang-mirip-sketsa-penyiram-novel-baswedan-6v4qyScb1W.jpg Polisi dan KPK saat merilis sketsa wajah penyiram Novel Baswedan. (Foto: Antara)

JAKARTA - Polda Metro Jaya pernah menerima laporan melalui hotline terkait sketsa wajah pelaku penyiraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Pelapor melaporkan bahwa pernah ada orang yang mengejar-mengejar adiknya, yang dianggap mirip dengan salah satu sketsa yang disebar polisi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, pelapor berinisial VV itu awalnya melihat sketsa melalui akun Facebook milik Ditreskrimsus Polda terkait sketwa terduga penyiram Novel Baswedan. Lantas dia melihat seseorang berinisial A yang dianggapnya mirip dengan sketsa tersebut.

"Setelah kita tanya ternyata isinya yang melapor itu menyatakan bahwa dia, adiknya dikejar-kejar orang, itu saja intinya," kata Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Menurut Argo, VV sempat kaget karena satu di antara empat seketsa yang disebar polisi mirip dengan A yang dikejar oleh warga. Namun setelah ditelusuri, ternyata kasus itu tidak ada kaitannya dengan penyerang Novel.

(Baca juga: Kepulangan Novel Baswedan Harus Jadi Cambuk Polisi Tangkap Pelaku Teror)

"Setelah kita cek kembali, dia menyampaikan dia dikejar-kejar orang, jadi beda kaitannya toh akhirnya," terang mantan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur itu.

Ini Dia Sketsa Wajah Pelaku Penyerang Novel Baswedan

Sekedar informasi, peristiwa penyerangan Novel Baswedan itu terjadi pada Selasa 11 April 2017 silam, dengan kata lain sudah hampir satu tahun pelaku masih saja bebas berkeliaran. Setelah menjalani perawatan di Singapura akhirnya Novel Baswedan diperbolehkan pulang ke Indonesia.

Berkaitan dengan kasus itu, setidaknya ada empat sketsa wajah diduga pelaku telah rampung dibuat polisi dan disebarkan ke seluruh Indonesia. Polisi berharap apabila masyarakat memiliki informasi penting atau melihat orang mirip dengan skesta itu agar segera dilaporkan untuk ditindak lanjuti.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini