nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru

ant, Jurnalis · Senin 05 Maret 2018 13:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 05 519 1868022 polda-jatim-gelar-operasi-keselamatan-semeru-kVxeLhqwww.jpg Foto: ilustrasi okezone

SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2018 di seluruh wilayah Jawa Timur yang dimulai Senin ini hingga 26 Maret.

Operasi Keselamatan diawali dengan kegiatan kampanye tertib berlalu lintas yang dilakukan bersama anggota Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, yang berlangsung di lampu lalu lintas kawasan simpang Jalan Raya Darmo dan Jalan Diponegoro Surabaya.

"Kampanye tertib berlalu lintas ini untuk mengingatkan kepada masyarakat pengguna jalan agar lebih berhati-hati, tertib dan disiplin dalam berlalu lintas, sekaligus sebagai tanda dimulainya Operasi Keselamatan," ujar Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Heri Wahono kepada wartawan di Surabaya, Senin (5/3/2018).

Dia menjelaskan Operasi Keselamatan yang digelar mulai Senin ini hingga 26 Matet mendatang, dulunya bernama Operasi Simpatik.

"Indikator dari keberhasilan Operasi Keselamatan Semeru 2018 adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dan terwujudnya kemanan, keselamanan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Timur," katanya.

Target atau sasaran Operasi Keselamatan adalah masyarakat pengguna jalan, baik roda dua atau roda empat. "Masyarakat pengguna jalan yang melakukan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan akan ditindak pidana ringan atau tilang," ujarnya.

Dalam operasi ini, Heri menekankan cara bertindak kepolisian sebisa mungkin lebih mengedepankan tindakan preventif atau pencegahan, seperti kegiatan kampanye yang dilakukan hari ini.

Selain itu, juga akan mengedepankan kegiatan pendidikan dan rekayasa lalu lintas, dengan menggelar kegiatan sosialisasi kepada masyarakat pengguna jalan.

"Penegakan hukum yang sifatnya represif adalah tindakan terakhir yang akan kami lakukan untuk pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan," ucapnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini