nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5,9 Juta Anak Indonesia Jadi Pecandu Narkoba

Annisa Ulva Damayanti, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 17:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 06 337 1868702 5-9-juta-anak-indonesia-jadi-pecandu-narkoba-YPZEgOU0Fw.jpeg Konferensi pers KPAI (Ulva/Okezone)

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat dari 87 juta populasi anak di Indonesia, sebanyak 5,9 juta di antaranya menjadi pecandu narkoba. Mereka jadi pecandu narkotika karena terpengaruh dari orang-orang terdekat.

“Dari total 87 juta anak maksimal 18 tahun, tercatat ada 5,9 juta yang tercatat sebagai pecundu,” kata Komisioner Bidang Kesehatan KPAI, Sitti Hikmawatty dalam konferensi pers di Gedung KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018).

KPAI menyebutkan menangani 2.218 kasus terkait masalah kesehatan dan napza yang menimpa anak-anak. Sebanyak 15,69 persen di antaranya kasus anak pecandu narkoba dan 8,1 persen kasus anak sebagai pengedar narkoba.

"Kami melihat trend ini akan terus naik dengan tingkat eskalasi baik itu modus dan pola penyebaran akan mengalami peningkatan," ujar Sitti.

Sitti mengatakan, anak-anak tersebut jadi pecandu dan mendapatkan narkoba dari orang terdekat dan teman sebayanya. Modus yang sering digunakan dalam memakai narkoba adalah mengerjakan tugas sekolah atau belajar bersama.

Dia menuturkan bahwa anak-anak yang bertugas mengedarkan narkoba memberikan teman-temannya makanan dan minuman yang sudah dicampur dengan barang haram tersebut. Hal itulah yang membuat anak-anak lain merasakan efek kecanduan. Celakanya, kondisi tersebut tidak disadari oleh orangtuanya bahkan diri mereka sendiri.

Menurut Sitti, KPAI bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan (BPOM) gencar mengingatkan para orangtua untuk mengawasi anak-anaknya agar tak terjerumus dalam pergaulan bebas dan narkoba.

Peredaran narkoba di Indonesia kini makin mengkhawatirkan, terlebih dengan ditemukan beberapa jenis narkotika baru yang dikemas dalam beberapa bentuk seperti permen. Pangsa pasar narkoba juga ikut menyasar anak di bawah usia 18 tahun.

"Berdasarkan pernyatan BNN, jaringan narkoba di Indonesia akan terus mengalami regenerasi pangsa pasar dan tentunya sasarannya ditujukan sampai ke tingkat terendah yaitu anak-anak usia 9 bulan," tambah Sitty

KPAI menganggap masih banyak hal yang harus dibenahi dan harus diselesaikan khususnya masalah hukum dan pelaksanaan eksekusi serta pencegahan. "Ada yang belum selesai dan harus kita perjuangkan," jelasnya. (sal)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini