nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejarah dan Tragedi di Balik Hari Perempuan Internasional

Annisa Ulva Damayanti, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 12:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 08 340 1869587 sejarah-dan-tragedi-di-balik-hari-perempuan-internasional-yRGM0W9p2y.jpg Foto: Ist

JAKARTA - Tanggal 8 Maret selalu diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) di seluruh dunia. Hari bersejarah ini kerap kali dirayakan untuk memperingati keberhasilan yang dicapai oleh para perempuan dalam berbagai bidang seperti ekonomi politik dan sosial. Selain itu hal ini juga sebagai penanda perjuangan kaum hawa untuk menyerukan kesetaraan gender.

Namun ternyata, lahirnya IWD ini berasal dari tragedi kekerasan yang dialami sejumlah wanita di Kota New York, Amerika Serikat pada 8 Maret 1857.

Saat itu, para buruh perempuan pabrik garmen di New York melakukan aksi demonstrasi untuk memprotes kondisi tempat kerja yang tidak manusiawi serta pendapatan yang rendah. Aksi tersebut tidak berjalan damai karena tindakan aparat kepolisian yang represif dalam membubarkan aksi.

Gantungkan Nama Gadis yang Hilang Warnai Hari Perempuan Internasional di Meksiko

Aksi protes tak selesai sampai disitu. Pada tanggal 8 Maret 1908 sekitar lima belas ribu buruh perempuan di kota yang sama kembali melakukan unjuk rasa untuk menuntut jam kerja yang lebih pendek dan kebebasan dalam berpendapat. Gerakan ini juga akhirnya membuat Partai Sosialis Amerika juga mencanangkan hari perempuan pada hari terakhir bulan Februari.

Pada tahun 1910-20an berbagai upaya dilakukan oleh berbagai pihak dalam menetapkan hari perempuan yang harus dimaknai dengan baik. Bahkan pada kurun waktu 1913-1914 di sejumlah negara Eropa, Hari Perempuan Internasional digunakan sebagai gerakan penolakan Perang Dunia I atau sebagai aksi solidaritas sesama perempuan.

Sambut Hari Perempuan Internasional, Sejumlah Wanita di China Kenakan Cheongsam

Salah satu faktor yang mendorong lahirnya Hari Perempuan Internasional ini juga berasal dari satu kejadian mengenaskan yang pernah menimpa buruh perempuan, pada sebuah kebakaran besar. Kejadian di Pabrik Triangle Shirtwaist tahun 1911 itu menewaskan setidaknya 123 nyawa buruh perempuan.

Walaupun peringatan Internasinal Women’s Day (IWD) ini sempat “hilang”, pada akhirnya hal ini berhasil kembali dihidupkan pada era 60-an yang berbarengan dengan bangkitnya feminisme.

Puluhan Simbol Perempuan Jelang Hari Perempuan Internasional di Meksiko

Pada tahun 1974, untuk pertama kalinya PBB memperingati Hari Perempuan Internasional dan menetapkannya pada 8 Maret. Hal ini menunjukkan bahwa kita harus dapat menghargai seorang wanita tanpa adanya sistem diskriminasi.

Selamat Hari Perempuan Internasional, semoga seluruh kaum hawa di seluruh dunia selalu dapat berkarya tanpa batasan gender.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini