Lebih lanjut Sugiono menjelaskan, kajian ini dilakukan agar diketahui potensi dan performa sapi Belgian Blue dengan tepat, sebelum dikembangkan di masyarakat. Menurutnya, ada beberapa kelemahan dalam pengembangan sapi Belgian Blue yakni sering terjadi kesulitan melahirkan dan memerlukan tindakan sectio caesarea (SC) pada anak TE, sehingga memerlukan manajemen pemeliharan dan pakan untuk mendukung metabolisme tubuhnya agar pertumbuhan otot dapat berkembang secara normal.
Selain itu juga ia mengatakan, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan derajat kesuksesan dalam pengembangan sapi Belgian Blue, yaitu: (1). Pengetahuan dan keahlian (skill); (2). Metoda pemeliharaan dan penanganan pedet yang baru lahir-6 bulan; (3). Temperatur atau suhu yang cenderung lebih panas bila diperbandingkan dengan di tempat aslinya.
“Untuk itu, dalam pengembangan Sapi Belgian Blue ini Kementan telah membentuk Tim Sekretariat Kelompok Kerja (POKJA) dan Tim Pakar Pendamping, serta melibatkan Perguruan Tinggi (Institiut Pertanian Bogor dan Universitas Gadjah Mada) untuk menyukseskan pelaksanaannya,” pungkasnya.
(Hessy Trishandiani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.