BANDUNG - Debat publik pertama Pilgub Jawa Barat 2018 digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Senin (12/3/2018) malam.
Di awal acara, para kandidat naik ke atas panggung dan diperkenalkan kepada publik. Mereka adalah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi 4 Jabar).
Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, para kandidat kemudian dipersilahkan untuk menyampaikan visi-misinya. Paslon mendapat kesempatan menyampaikan visi-misi sesuai nomor urut.
Rindu kebagian mendapat urutan pertama menyampaikan visi-misi. "Jabar hari ini butuh perubahan, butuh keadilan, dan pemerataan pembangunan," kata Ridwan Kamil.
Ia menyatakan pasangan Rindu akan jadi solusi bagi berbagai permasalahan di Jawa Barat dengan visi 'Jabar Juara Lahir Batin'. Ia pun ingin membawa masyarakat Jawa Barat menjadi lebih hebat dan jadi masyarakat terbaik di Indonesia.
Pasangan Hasanah diwakili Hasanuddin di awal penyampaian visi-misi. Tapi, Hasanuddin justru menegaskan tidak ingin menyampaikan visi-misi.
"Kami tidak akan bicara visi-misi, tapi kami akan bicara tujuh program unggulan," ucap Hasanuddin.
Dari tujuh program unggulan itu, dua di antaranya adalah janji memangkas jumlah pengangguran dan program rumah dengan DP nol persen.
Pasangan Asyik yang diwakili Sudrajat menegaskan Jawa Barat harus jadi provinsi termaju di Indonesia. Tapi, landasan ketakwaan masyarakat juga jadi perhatian.
"Kita akan memuliakan agama agar kita di Jawa Barat semua akhlaknya terjaga. Selanjutnya tentu dari situ kita amankan Jawa Barat, jangan sampai ada ulama dihantam linggis sama orang gila. Ini merisaukan Jawa Barat," jelas Sudrajat.
Pasangan Deddy-Dedi yang diwakili Deddy Mizwar justru memulai pemaparan visi-misinya dengan bercanda. "Deddy-Dedi Rindu, Deddy-Dedi Hasanah, Deddy-Dedi Asyik," kata Deddy Mizwar sambil tersenyum.
Pria yang akrab disapa Demiz itu lalu memaparkan bahwa Pemprov Jawa Barat 2018-2023 adalah sebuah etape terakhir dari rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD).
"Kami akan tuntaskan semuanya," ujar Demiz.
Ia kemudian menyampaikan visinya yaitu terwujudnya Jawa Barat yang adil, sejahtera, dan berkarakter. "Untuk menuju kepada visi itu, ada lima misi besar," ucapnya.
Dari lima misi itu, di antaranya adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, mewujudkan sumber daya manusia berkualitas, produktif, unggul, dan berkarakter. Hingga yang tak kalah penting adalah mewujudkan tata kelola kehidupan sosial masyarakat yang berbudaya, demokratis, dan mandiri.
Sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dan saling menanggapi antara sesama paslon.
(Khafid Mardiyansyah)