Anggota korps K-9 itu dilatih selama 8-12 pekan. Setelah pelatihan dasar kepatuhan, anjing-anjing itu mulai dilatih keterampilan khusus untuk mengabdi sebagai anjing penjaga, anjing patroli, pengirim pesan, atau pendeteksi ranjau. Selama berada di medan perang, anjing penjaga terbukti sangat penting untuk mengingatkan adanya musuh guna mencegah serangan mendadak.
Chips, seekor anjing ras German Shepherd, ditabalkan sebagai pahlawan Perang Dunia II dari korps K-9. Hewan yang mengabdi sebagai anjing penjaga di Divisi Infanteri Ketiga itu melepaskan diri dari pengasuhnya dan menyerang sebuah basis pertahanan pasukan senapan serbu di Italia.
Upaya Chips itu membuahkan hasil dengan menyerahnya seluruh pasukan tersebut. Chips diberikan penghargaan berupa Bintang Perak dan Hati Berwarna Ungu. Namun, kedua penghargaan itu akhirnya dicabut atas kebijakan militer AS yang mencegah segala bentuk penghargaan kepada hewan.
(Wikanto Arungbudoyo)