Sebagaimana diberitakan, pesawat nahas itu terbang dari Dhaka, Bangladesh, menuju Kathmandu. Burung besi nahas itu berjenis Bombardier Dash 8 Q400 turboprop dengan usia 17 tahun. Pesawat dioperasikan oleh maskapai US-Bangla dari Bangladesh.
Kontur wilayah Nepal yang berada di dataran tinggi memang cukup berisiko bagi operasional penerbangan. Seorang pensiunan penerbang Angkatan Udara (AU) militer Bangladesh menerangkan, ada sebuah gunung yang tepat berada di ujung landasan pacu bandara tersebut.
“Ada sebuah gunung tepat di ujung landasan pacu. Setiap pesawat, saat hendak mendarat, harus berusaha menjauh dari gunung dan dia harus secepat mungkin melakukan manuver menurun setelah melewatinya,” terang Iqbal Hossain.
“Tanah kosong di sisi kiri landasan pacu tetapi di sisi kanan ada jurang yang dalam, jadi ketika pesawat tergelincir maka akan terjatuh ke jurang. Bandara itu masuk dalam daftar 10 bandara paling berbahaya di dunia,” tutup Iqbal Hossain.
(Wikanto Arungbudoyo)