nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Inggris: Mantan Mata-Mata Rusia Diberi Racun Novichok

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 16:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 13 18 1872032 pm-inggris-mantan-mata-mata-rusia-diberi-racun-novichok-ybW6JnEefZ.jpg Perdana Menteri Inggris Theresa May (Foto: Reuters)

LONDON – Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, menduga Rusia sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang menimpa Sergei Skripal. Sebagaimana diketahui, mantan mata-mata Rusia yang kini tinggal di Inggris itu ditemukan dalam keadaan krisis setelah terpapar racun kelas militer di Salisbury.

Kepada parlemen, Theresa May mengatakan bahwa pemerintah Rusia bertanggung jawab langsung atau mengizinkan racun tingkat militer itu jatuh ke tangan orang lain. London memberikan Moskow waktu untuk menjelaskan penggunaan racun tersebut hingga Selasa (13/3/2018) tengah malam waktu setempat.

“Jika tidak ada respons yang kredibel, kami akan menyimpulkan bahwa aksi ini sesuai dengan penggunaan yang tidak sah oleh negara Rusia terhadap Inggris,” ujar Theresa May, sebagaimana diwartakan Reuters.

BACA JUGA: Mantan Mata-Mata Rusia Dalam Kondisi Kritis Setelah Terpapar Zat Misterius di Inggris

Perempuan berusia 61 tahun itu menambahkan, otoritas terkait di Inggris berhasil mengidentifikasi jenis racun yang digunakan kepada Skripal, yakni Novichok. Racun syaraf itu dikembangkan oleh militer Uni Soviet pada dekade 1970-1980.

Sergei Skripal dan putrinya Yulia hingga saat ini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit. Ayah dan anak itu ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di bangku taman di dekat pusat perbelanjaan di Salisbury, Inggris, pada Minggu 4 Maret.

BACA JUGA: Kremlin Bantah Terlibat Upaya Pembunuhan Mantan Mata-Mata Rusia di Inggris

Kementerian Luar Negeri Rusia langsung membalas perkataan Theresa May. Rusia menganggap Ketua Partai Konservatif itu sedang melakukan pertunjukan sirkus dan pernyataannya adalah kampanye informasi politik terhadap Rusia.

Di tempat terpisah, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson percaya sepenuhnya pada penilaian Inggris mengenai Rusia. Mantan petinggi perusahaan energi itu meminta semua pihak yang terlibat dijatuhi hukuman sepantasnya.

“Kami sepakat bahwa mereka yang bertanggung jawab, baik itu yang melakukan kejahatan atau yang memerintahkan, harus menghadapi konsekuensi yang serius,” ucap Rex Tillerson dalam pernyataan resmi.

BACA JUGA: Kepolisian Inggris: Mantan Mata-Mata Rusia Diberi Racun Syaraf

Racun syaraf Norvichok diyakini 5-10 kali lebih mematikan daripada racun syaraf VX dan gas Sarin. Profesor Farmakologi dari University of Reading, Gary Stephens menuturkan, Norvichok menyebabkan melambatnya fungsi jantung dan membatasi jalur pernafasan hingga korban meninggal dunia akibat sesak nafas.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini