nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Akan Proses Hukum 3 WN Turki Pembobol ATM di Bali

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 16:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 13 337 1872130 polri-akan-proses-hukum-3-wn-turki-pembobol-atm-di-bali-xjbfgOv5He.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan bahwa, proses hukum pada tiga orang pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) asal Turki di Bali akan menjalani proses hukum di Indonesia. Meskipun ketiganya adalah warga negara asing (WNA) Turki.

"Tetap kalau mereka lakukan di sini kita proses walaupun dia warga negara asing kita proses di sini," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Menurut Setyo, penegakan hukum akan tetap diproses di Indonesia. Mengingat locus delicti atau lokasi tempat pelanggaran pidana berada di Indonesia yang dilakukan oleh Kimis Dogan (43 tahun), Mentes Mehmet Ali (31 tahun), dan Koc Tayfun (36 tahun) berada di Indonesia.

 (Baca: Polisi Ringkus 3 WN Turki Pembobol ATM, Begini Cara Mereka Beraksi)

Proses hukum pun dilakukan dengan hukum Indonesia. Artinya, ketiga pelaku akan terancam pasal pencurian dan pemberatan seperti tertuang dalam Pasal 363 KUHP.

Setyo melanjutkan, modus yang dilakukan ketiga pelaku ini melibatkan teknologi yang canggih. Hal ini berbeda dengan modus pembobolan ATM yang kerap terjadi di Indonesia dengan sistem ganjal kartu. Kejadian ini pun menurutnya sudah pernah terjadi dimana pelakunya juga merupakan warga asing.

"Saya mendengar mereka dengar teknologi, Kalau manual tidak bisa, kalau dulu palingan diganjal kartunya kemudian diambil pinnya," tutur Setyo.

Kasus ini bermula saat, tim gabungan pperasi sjkat agung Kepolisian Daerah (Polda) Bali menangkap tiga pelaku tersebut. Dari hasil penyelidikan, diketahui teknik yang digunakan adalah teknik skimming.

Penangkapan ketiganya berawal dari laporan pihak Bank Mandiri Regional XI Bali Nusa Tenggara yang mendapati rekaman mencurigakan dari kamera pengawas (CCTV) di ATM Canggu Mart, Kabupaten Badung.

Ketika pihak bank memantau langsung ke lokasi, mereka menemukan alat skimming di mesin ATM tersebut. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan cara mengintai pelaku dan melakukan penangkapan selama tiga hari, 7 sampai 9 Maret 2018.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini