nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengamat Nilai Peluang Said Aqil Jadi Cawapres Jokowi Kecil

Chyntia Sami Bhayangkara, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 00:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 13 337 1872329 pengamat-nilai-peluang-said-aqil-jadi-cawapres-jokowi-kecil-nAJ307OuXg.jpg Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago menilai jika Joko Widodo (Jokowi) disandingkan dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj pada ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kurang pas. Pasalnya, Said Aqil bukan dari partai politik.

"Dia itu memang dari NU tapi enggak punya partai jadi sulit. Dia memang ulama tapi kan ini nanti akan banyak berbenturan juga, banyak pertentangan di ulama soal beliau. Jadi peluangnya kurang," ujar Pangi kepada Okezone, Selasa (13/3/2018).

Menurut Pangi, Jokowi memang perlu memikirkan baik-baik terkait calon pendampingnya di pilpres mendatang. Satu yang harus dipikirkan adalah Jokowi harus memilih pendamping dengan segmentasi yang berbeda dengannya.

"Ya, jadi antara Jokowi dengan wakilnya segmennya itu harus berbeda. Kalau Jokowi sosok yang nasionalis maka wakilnya bisa religius sehingga ini akan saling melengkapi," ungkapnya.

(Baca Juga: PPP Tak Heran Kabar Mensesneg Pratikno Bantu Pilih Cawapres untuk Jokowi)

Lanjut Pangi, sosok ulama memang sangat dibutuhkan untuk menjadi pendamping Jokowi dalam melaju di putaran Pilpres 2019 mendatang. Nantinya, sosok ulama tersebutlah yang akan membantu Jokowi dalam meng-counter isu SARA yang saat ini sedang menimpanya.

"Jadi, sebenarnya sekarang Jokowi sering diserang isu-isu sentimen SARA, pro komunis, pro Cina dan sebagainya. Artinya paling tidak yang bisa meng-counter isu itu dari ulama atau kepala daerah yang juga jadi ulama," tuturnya

Selain sosok ulama Said Aqil, muncul beberapa nama lainnya yang merupakan ulama namun juga memiliki partai politik, yakni Muhaimin Iskandar dari PKB dan juga Romahurmuziy dari PPP. "Tapi, perlu dipikirkan lagi mau enggak Cak Imin kan belum tentu. Di PKB banyak fraksi dialektikanya jauh ada juga Mahfud MD dan Yenny Wahid. Ini harus dipikirkan," paparnya.

Seperti diketahui, sebelumnya mayoritas warga NU diklaim menginginkan Said Aqil menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Said Aqil digadang-gadang memiliki pengalaman yang cukup karena telah sukses menjabat sebagai Ketua Umum PBNU selama dua periode.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini