nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gus Ipul Tanpa Sungkan Makan Nasi Bungkus Bersama Pedagang Pasar

Nurul Arifin, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 14:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 13 519 1872050 gus-ipul-tanpa-sungkan-makan-nasi-bungkus-bersama-pedagang-pasar-dDvtH0H4Pw.jpg Gus Ipul suapi pedagang pasar (Foto: Okezone)

SURABAYA-Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf berkeliling sejumlah pasar di Surabaya. Kali ini dimulai dari Pasar Benowo, Surabaya. Tiba di pasar tersebut, Gus Ipul tak langsung masuk ke dalam pasar. Ketua PBNU ini menyempatkan untuk makan di salah satu warung depan pasar. Gus Ipul memilih untuk makan nasi bungkus bersama pengunjung dan pedagang pasar.

Meski baru pertama bertemu dengan mereka, Gus Ipul langsung akrab bahkan sesekali menyuapi salah seorang pedagang. "Ayo sekali-kali tak suapin," kata Gus Ipul sambil membagi nasi bungkusnya pada Sofyan (32 tahun) salah seorang pedagang.

Bersama beberapa pengunjung dan pedagang pasar, Gus Ipul berdiskusi hangat sambil menikmati sarapan pagi menu nasi bungkus.

Sofyan sendiri sempat kaget saat disuapi Gus Ipul nasi bungkus.

"Pemimpin seperti ini yang kami harapkan, tidak mengambil jarak. Bahkan saya diajak makan bersama dalam satu nasi bungkus satu sendok," ujar Sofyan, Selasa (13/3/2018). Selepas sarapan, Gus Ipul lantas berkeliling dan berbincang dengan para pedagang. Ia melihat secara langsung bagaimana kondisi pasar yang dikelola swadaya oleh masyarakat ini.

Pengurus Pasar Benowo, Ali Affandi (45 tahun) meminta kelak bila Gus Ipul terpilih, bisa menyediakan program pelatihan untuk para pedagang. Dengan harapan, pasar rakyat bisa bersaing dengan pasar modern.

Penambahan skill ini setidaknya bisa membuat pelayanan di pasar tradisional bisa bersaing dengan pasar modern. Dan juga pembeli bisa lebih nyaman. Beberapa pedagagang lainnya juga mengusulkan agar dipermudah dalam mendapatkan pelayanan kredit lunak. Gus Ipul setuju dengan usulan pelatihan bagi para pedagang tradisional. Sejak awal, Gus Ipul bersama Puti Guntur Soekarno memang berkomitmen agar pasar tradisional bisa terawat dan terjaga sebagai pusat ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, adanya pasar modern tidak membuat pasar tradisional lantas mati. Karena market share nya sudah berbeda.

"Makanya kami akan sediakan pelatihan bagi pedagang pasae tradisional ini, agar tidak kalah dengan pasae modern," tutur Wakil Gubernur dua periode ini.

Terkait distribusi KUR, menurutnya bisa dimanfaatkan optimal oleh masyarakat, khususnya pedagang tradisional maupun pelaku UMKM. Pemerintah sendiri terus berupaya kredit KUR dengan bunga seringan mungkin.

"Tahun ini, ditetapkan bunga KUR 7 persen, daei sebelumnya 9 persen per tahunnya. Saya yalin ke depannya bisa lebih murah hingga 6 persen setahunnya," tuturnya.

Selain itu, Gus Ipul mengapresiasi tata kelola dan pembagian kawasan Pasar Benowo (zoning). Ia melihat, meski dikelola oleh masyarakat sendiri, zoningnya sudah tertata rapi. Kawasan untuk khusus pakaian, terkelompok sendiri dan terpisah dengan kelompok seperti ikan dan lain sebagainya.

"Juga yang perlu ditingkatkan untuk merevitalisasi infrastruktur pasar. Dimulai dari akses jalan, penerangan, saran dan prasarana seperti kamar mandi maupun mushola harus ditingkatkan dan diperbaiki," pungkas dia.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini