Demokrat: Koalisi soal Hati Bukan Sekadar Tujuan Pragmatis

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 06:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 337 1872392 demokrat-koalisi-soal-hati-bukan-sekadar-tujuan-pragmatis-oRNwkBDa6t.jpg Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat memeluk Joko Widodo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Politisi Partai Demokrat Mulyadi menilai pidato Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyatakan siap akan membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan sikap ketulusan dan keterbukaan Demokrat mengawal pemerintahan Jokowi.

"Artinya Demokrat ini kan Pak SBY ini segala sesuatunya bagi Pak SBY sangat terbuka, sangat bisa bantu Jokowi," katanya kepada Okezone, Rabu (14/3/2018).

Namun, Mulyadi belum bisa menyebut bahwa pernyataan SBY dalam pidato Rapimnas di Sentul Bogor merupakan sinyal bahwa Partai Demokrat akan merapat kepada koalisi pengusung Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

"Soalnya koalisi ini menyangkut hati kan bukan hanya sekadar tujuan pragmatis bagi-bagi kekuasaan jadi bukan itu. Hati itu artinya,” ungkapnya.

(Baca Juga: Yusril: Capres Tunggal di Pemilu 2019 Tak Demokratis)

Dilanjutkan Mulyadi, dalam koalisi tentunya harus ada penyusunan secara bersama-sama dalam menyusun platform pemerintahan kedepannya.

“Kalau koalisi itu yang betul-betul tentu Demokrat koalisi ikut menyusun platform, namun dalam pidato tersebut artinya Pak SBY mengatakan sesuatu yang sudah berhasil di pemerintahan Pak Jokowi ya kita teruskan sesuatu yang belum berhasil kita sempurnakan," katanya.

Jadi, tujuan utama Demokrat berkoalisi ujungnya untuk kepentingan rakyat, bukan koalisi dalam artian dengan tujuan-tujuan pragmatis bagi-bagi kekuasaan.

“Jadi, intinya segala sesuatunya terbuka, apa saja terbuka kemungkinan 2019 itu kan sangat cair kita sebagai Partai Demokrat partai yang punya platform tersendiri, kedepannya kita nantinya sesuai yang disampaikan pada rapat tersebut . Tidak tertutup juga kemungkinan terbentuknya poros ketiga dan lain sebagainya itu itu hanya alternatif,” tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini