Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keluarnya Filipina Awal dari Kejatuhan Mahkamah Kriminal Internasional

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Kamis, 15 Maret 2018 |20:07 WIB
Keluarnya Filipina Awal dari Kejatuhan Mahkamah Kriminal Internasional
Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte menuduh ICC sudah menjadi alat opresi dan pengolok-olok (Foto: Erik De Castro/Reuters)
A
A
A

MANILA – Filipina mengklaim, keluarnya mereka dari Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) adalah awal dari kejatuhan institusi tersebut. Sebab, Manila yakin negara-negara lain akan segera mengikuti langkahnya dan negara-negara nonanggota tidak akan mau untuk bergabung.

Sebagaimana diketahui, Filipina menyatakan keluar dari ICC karena merasa ada pelanggaran dalam proses hukum institusi yang berbasis di Den Haag, Belanda, itu. Juru bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque mengatakan, Presiden Rodrigo Duterte yakin ada konspirasi di lembaga tersebut dan PBB.

“ICC sudah kehilangan sekutu kuat di Asia. Tidak aka nada negara baru yang akan bergabung karena kami dikenal sebagai pembela nomor satu hak asasi manusia dan demokrasi di dunia,” ujar Harry Roque, melansir dari Reuters, Kamis (15/3/2018).

BACA JUGA: Filipina Akan Keluar dari Keanggotaan Mahkamah Kriminal Internasional

Ironisnya, Harry Roque yang merupakan mantan pengacara, adalah orang yang paling getol menginginkan Filipina masuk ke ICC pada 2011. Ia mengingatkan bahwa keluarnya Filipina akan menjadi bola salju bagi negara lain untuk meninggalkan ICC.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement