Warga Lihat Harimau Bonita Bersembunyi di Dalam Hutan

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Kamis 22 Maret 2018 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 22 340 1876490 warga-lihat-harimau-bonita-bersembunyi-di-dalam-hutan-p93Q4p3Zpo.jpg Harimau Bonita disebut bersembunyi di dalam hutan. (Foto: Ist)

PEKANBARU – Tim gabungan terus melakukan perburuan terhadap harimau sumatera bernama Bonita yang memangsa manusia. Saat ini tim mengidentifikasi harimau Bonita keluar dari perkebunan milik PT Tabungan Haji Indo Plantation (THIP).

Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Dian Indriati mengatakan, harimau Bonita diprediksi memasuki sebuah hutan untuk bersembunyi. Tim kemudian langsung bergerak ke lanskap Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan.

"Saat ini harimau Bonita berada di Greenbelt Blok 68 sd 62," ucapnya, Kamis (22/3/2018).

(Baca: Petugas Ubah Strategi Tangkap Harimau Bonita)

https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 20 340 1875455 harimau-bonita-semakin-buas-usai-lolos-dari-peluru-bius-petugas-j9bTO6Gzw1.jpg

Harimau Bonita terus diburu tim gabungan. (Foto: Ist)

Keberadaan satwa buas bernama latin Panthera tigris sumatrae tersebut di sana diketahui setelah ada seorang warga melihatnya sedang minum di pinggiran hutan.

Tim gabungan yang dibagi menjadi tiga kelompok terus melakukan penyisiran ke berbagai lokasi, baik via darat maupun perairan. Hal ini dilakukan karena wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, merupakan daerah perairan dan daratan.

"Warga melihat harimau itu di tepi sungai. Tim sudah menyisir perairan sungai dan mengarah ke Blok 68. Namun, sejauh ini belum membuahkan hasil," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya dua warga di Pelanggiran, Kabupaten Inhil, Riau, tewas diserang harimau Bonita. Insiden pertama terjadi pada 3 Januari 2018, dengan korban bernama Jumiati, karyawati PT THIP.

Kemudian pada 10 Maret, harimau sumatera itu kembali menyerang warga bernama Yusri. Ia dan korban sebelumnya diterkam di bagian tengkuk.

(Baca: Harimau Bonita Semakin Buas Usai Lolos dari Peluru Bius Petugas)

Organisasi pencinta alam internasional WWF menyatakan bahwa penyerangan hewan buas harimau ke manusia di Inhil disebabkan hutan yang kini beralih fungsi menjadi perkebunan sawit oleh PT THIP dan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Arara Abadi yang merupakan anak perusahaan Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP).

Dalam mengantisipasi harimau Bonita, petugas juga diketahui sudah beberapa kali melakukan penembakan menggunakan peluru bius. Tapi, si raja hutan ini bangun lagi, walau sempat tergeletak. Kini Bonita semakin beringas setelah terluka tertembak bius.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini