nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bapak dan Anak yang Sempat Hilang di Perairan Jepara Ditemukan Selamat

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2018 22:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 23 512 1877215 bapak-dan-anak-yang-sempat-hilang-di-perairan-jepara-ditemukan-selamat-OP2lXmpShK.jpg Proses Evakuasi Dua Nelayan yang Sempat Hilang di Perairan Jepara (Dok: Basarnas Jateng)

JEPARA - Dua nelayan sempah hilang setelah KM Bintang Sinar Rejeki asal Pekalongan tenggelam di perairan Jepara. Namun, kedua ABK yang merupakan bapak dan anak itu akhirnya ditemukan dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Mereka sebelumnya ditemukan oleh TB Nayaka II. Selanjutnya, penemuan dua nelayan itu dilaporkan kepada Basarnas Jateng untuk dilakukan penjemputan dan dibawa ke Jepara.

(Dok: Basarnas)

(Baca Juga: Pergi Melaut, Nelayan asal Buton Sudah 3 Hari Belum Kembali)

"Kedua ABK tersebut ditemukan oleh TB Nayaka II pada pukul 06.30 WIB setelah mereka melihat ada orang yang melambaikan tangan di laut. Setelah berhasil dievakuasi, oleh Kapten TB Nayaka, informasi penemuan tersebut diinformasikan kepada kami, dan langsung kami lakukan penjemputan," ungkap Kepala Basarnas Jateng, Noer Isrodin Muchlisin, Jumat (23/3/2018).

Diketahui, KM Bintang Sinar Rejeki dengan 29 ABK berangkat pada Rabu 21 Maret dari Pekalongan. Mendadak kapal tersebut mengalami kerusakan mesin saat berada di perairan Wedung Demak pada Kamis dini hari.

Kapal nelayan yang hendak menuju Banyuwangi tersebut dihantam ombak dan menyebabkan kapal dipenuhi air. Tak berselang lama kapal tenggelam di perairan Jepara, tepatnya 17 mil dari utara PLTU Karang Jati.

(Dok: Basarnas)

Dari 29 ABK, 17 berhasil diselamatkan KM Jasa Samudra dan dibawa ke Karimunjawa, 10 ABK berhasil diselamatkan nelayan Pailus Jepara, sedangkan dua lagi hanyut terpisah.

"Kedua ABK yang berhasil diselamatkan oleh kapal Tagboat Nayaka 2. Selanjutnya di-intercept oleh Rib Basarnas Jateng menuju ke Jepara kurang lebih 40 mil dalam keadaan sehat dan stabil. Mereka sudah bisa diajak komunikasi," tutup Noer.

(Baca Juga: "Ditelan" Badai Sejak Awal Desember 2017, 5 Pelaut Sangihe Ditemukan di Biak)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini