Menteri Luar Negeri Filipina, Alan Peter Cayetano, pekan lalu membela keputusan negaranya untuk memerangi narkoba dengan berbagai cara di hadapan Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss. Ia juga menyebut bahwa serangan-serangan terhadap Presiden Duterte tidak pernah berhenti.
Penasihat Hukum Kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, membela pernyataan kedua rekannya itu. Panelo mengatakan, permintaan HRW agar Cayetano dan Roque menarik pernyataannya itu salah alamat.
BACA JUGA: Keluarnya Filipina Awal dari Kejatuhan Mahkamah Kriminal Internasional
Sebagaimana diberitakan, lebih dari 4.200 orang tewas dalam perang narkoba ala Duterte sejak Juni 2016. Negara-negara Barat dan sejumlah lembaga mendesak agar Duterte segera diadili atas dugaan kejahatan kemanusiaan. Pria berjuluk Rody itu lantas mengancam akan menarik mundur Filipina dari Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) sekaligus menuduh lembaga itu sebagai alat opresi.
(Wikanto Arungbudoyo)