nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Pertemuan dengan Trump, Kim Jong-un Mendadak Kunjungi China

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 27 Maret 2018 13:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 27 18 1878490 jelang-pertemuan-dengan-trump-kim-jong-un-mendadak-kunjungi-china-0nyU9K3xfS.jpg Pemimpin Korut Kim Jong-un. (Foto: Rodong Sinmum)

BEIJING - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dilaporkan telah melakukan kunjungan mendadak ke China yang dideksripsikan dengan kedatangan kereta hijau khusus Korea Utara di Beijing di tengah keamanan yang ketat. Kunjungan tersebut dilakukan menjelang pertemuan tingkat tinggi Korea Utara dan KOrea Selatan, KTT antar Korea dan pertemuan Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

BACA JUGA: Trump Setuju Bertemu dengan Kim Jong-un, Ini Alasannya

Media Jepang mendeskripsikan kereta tersebut sebagai kereta hijau dengan garis horizontal kuning dan 21 gerbong. Kereta tersebut serupa dengan gaya kereta yang membawa ayah Kim, Kim Jong-il, ketika ia mengunjungi China pada 2011. Penundaan lalu lintas kereta api hingga dua jam dilaporkan oleh biro kereta api Beijing.

Kunjungan ke China merupakan perjalanan pertama Kim Jong-un ke luar negeri sejak memegang kekuasaan pada 2011. Detail mengenai perjalanan tersebut, termasuk berapa lama dia berada di sana dan dengan siapa dia bertemu tidak dijelaskan.

RT Selasa (27/3/2018) melaporkan, Kementerian Luar Negeri China mengatakan pihaknya tidak mengetahui ada kunjungan tersebut. Tidak diketahui apakah Amerika Serikat mendapatkan informasi mengenai kunjungan ini.

Laporan mengenai adanya iring-iringan panjang dengan pengawalan polisi menuju ke Beijing Changan Avenue ke arah Rumah Tamu Negara Daiyoutai semakin menambah spekulasi mengenai kunjungan Kim Jong-un ke Beijing.

Hubungan antara China Korea Utara belakangan agak merenggang setelah Beijing menyetujui sanksi PBB terhadap Pyongyang terkait program nuklir dan rudal balistik Kim Jong-un.

BACA JUGA: Pertemuan Trump dengan Jong-un Mirip Dua Sisi Koin

China menentang ambisi nuklir Pyongyang tetapi juga waspada terhadap ketidakstabilan apa pun yang akan berpengaruh pada kawasan jika rezim Kim runtuh atau jika perang pecah di Semenanjung Korea.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini