nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kereta Lapis Baja dan Pesawat Terbang, Moda Tranportasi Penguasa Korut Ke Luar Negeri

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 14:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 28 18 1879084 kereta-lapis-baja-dan-pesawat-terbang-moda-tranportasi-penguasa-korut-ke-luar-negeri-sCtKsslyr3.jpg Kereta lapis baja berwarna hijau dengan garis kuning yang digunakan Kim Jong-un untuk bepergian. (Foto: AFP)

SEOUL – Kemunculan kereta lapis baja hijau dengan garis kuning di Beijing menjadi tanda pertama yang menunjukkan bahwa Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un melakukan kunjungan ke China. Seperti ayah dan kakeknya yang merupakan pemimpin Korea Utara terdahulu, Kim Jong-un juga memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk bepergian di dalam atau keluar negeri.

BACA JUGA: KA yang Diduga Ditumpangi Kim Jong-un Kembali ke Pyongyang

Dilansir AFP, Rabu (28/3/2018) kereta dan pesawat terbang telah menjadi pilihan para pemimpin Korea Utara untuk bepergian keluar negeri meski kegiatan tersebut bisa dibilang jarang dilakukan dibandingkan dengan pemimpin negara lainnya.

Meski kunjungan ke China adalah kunjungan pertama Kim Jong-un ke luar negeri sejak dia berkuasa pada 2011, pria bertubuh gemuk itu telah beberapa kali melancong keluar Korea Utara. Dia diketahui menempuh pendidikan di Sekolah Internasional Berne, Swiss pada 1990-an dan telah mengunjungi Jerman dan Prancis pada masa itu.

Kim Jong-un dan saudara tirinya Kim Jong-nam juga dilaporkan pernah mengunjungi Disneyland di Tokyo semasa kecil dengan menggunakan paspor palsu. Dia juga diyakini ikut menemani ayahnya, Kim Jong-il saat mendiang pemimpin Korea Utara itu melawat ke China pada 2011.

Pada 2015, Kremlin mengumumkan Kim akan menghadiri upacara untuk menandai peringatan 70 tahun kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, tetapi pada akhirnya kunjungan itu dibatalkan tanpa alasan yang jelas.

Takut Terbang

Ayah Jong-un, Kim Jong-il diketahui sebagai seorang yang takut terbang, sehingga membatasi perjalanan keluar negerinya ke negara yang bisa dijangkau melalui jalur darat seperti China dan Rusia dengan menggunakan kereta lapis baja. Moda transportasi yang sama digunakan oleh putranya saat mengunjungi Beijing pekan ini.

Perjalanan Kim Jong-il ke China pada 2011 menempuh jarak sejauh 6.000 kilometer, mengunjungi beberapa kota besar di China dari Beijing, Shanghai, Nanjing dan beberapa tujuan lainnya. Kunjungan Kim Jong-il ebelumnya dilakukan pada 2000 sebelum pertemuan tingkat tinggi antar Korea dengan Presiden Korea Selatan saat itu, Kim Dae-jung.

Kim Jong-il juga menggunakan kereta ke Rusia pada 2001, ketika dia pergi ke Moskow, dan 2011, ketika dia bertemu dengan presiden saat itu, Dmitry Medvedev di kota Siberia, Ulan-Ude. Pada saat itu warga di dekat stasiun kereta api Bureya diperintahkan untuk tinggal di rumah mereka dan tidak melihat keluar jendela mereka saat kereta lapis bajanya tiba.

Kim Il-sung Paling Banyak Bepergian ke Luar Negeri

Di antara ketiga pemimpin Korea Utara, Kim ll-sung adalah yang paling sering bepergian ke luar negeri.

Pada 1949, dia secara diam-diam berkunjung ke Moskow untuk meminta dukungan Pemimpin Uni Soviet, Joseph Stalin untuk rencananya menyatukan Korea. Rencana itu coba diwujudkan dengan invasi Korea Utara ke Selatan pada 1950 yang menyebabkan meletusnya Perang Korea.

Di tahun 1961, dia kembali mengunjungi Moskow untuk menemui Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet, Nikita Kruschev. Keduanya menandatangani perjanjian pertahanan bersama.

Kim Il-sung juga merupakan salah satu tokoh penting dalam Gerakan Non Blok dan menghadiri Konferensi Asia Afrika yang digelar di Bandung pada 1965 bersama dengan putranya.

Pada 1990, dia melakukan perjalanan rahasia ke China, dilaporkan untuk membahas hubungan yang menghangat antara Korea Selatan dan Uni Soviet dengan para pemimpin China termasuk Jiang Zemin. Kim Il Sung melakukan perjalanan kereta terpanjang pada 1984 saat dia melakukan tur ke Uni Soviet dan negara Eropa Timur lainnya termasuk Polandia, Jerman Timur, Cekoslovakia, Hungaria, Yugoslavia, Bulgaria dan Rumania.

BACA JUGA: Soekarno, Kimilsungia dan Unifikasi Korea

Gerbong yang sering digunakan Kim ll-sung dan Kim Jong-il untuk bepergian saat ini dipajang di Mausoleum Kumsusan, Pyongyang. Di sana juga menjadi tempat jasad kedua pemimpin Korea Utara Itu disemayamkan.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini