KOTA MALANG - Di tengah rapat paripurna istimewa Hari Jadi Kota Malang ke-14, pembacaan puisi oleh Ketua DRPD Kota Malang Abdul Hakim, memancing ketertarikan audiensi yang hadir di ruang Sidang Gedung DPRD Kota Malang, Senin (2/4/2018).
Dengan menahan isak tangis Abdul Hakim membacakan bait demi bait puisi, saat ia selesai memimpin rapat paripurna. Sesekali politikus PDI Perjuangan (PDIP) yang juga tersangka dugaan suap APBD 2015 oleh KPK, mengusap air matanya.
Ketua DPRD Malang Membacakan Puisi di Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-14 Kota Malang (foto: Avirista/Okezone)
(Baca Juga: Dipanggil KPK, 5 Anggota DPRD Tersangka Suap APBD-P Malang Mangkir)
BAPAK KU
Ketika kita berbicara tentang "istiqoma".
Di rendahkan tidak mungkin jadi sampah.
Disanjung tidak mungkin jadi rembulan.
Maka jangan risaukan omongan orang sebab orang membacamu dengan pemaham dan pengalaman yang berbeda.
BAPAK KU
Teruslah engkau melangkah di jalan yang benar!!!
Meski terkadang kebaikan tidak selalu di hargai!!!
BAPAK KU
Tak usah repot repot menjelaskan dirimu sebab yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu!
BAPAK KU
Jika engkau di zalimi orang jangan pernah berpikir untuk membalas dendam!!!
Tapi berpikirlah cara membalas dengan kebaikan! Karena roh kita maha baik dan tanamkan agar orang lain juga mendapatkan kebaikan sebagai mana yang kita peroleh dari maha baik!!
BAPAK KU
Jangan mengeluh tapi teruslah bersyukur, bersabar, berdoa dan teruslah beristiqomah. Teruslah berdiri tegak di dalam kebaikan hingga keburukan berhenti mengikuti kita!!!
BAPAK KU
Orang beriman itu sabar tanpa batas sebagai pengungkap keimanan, jadi sabar itu menerima dahulu kehadiran tamu mulia yg bernama "Masalah" sebelum kita melepaskannya.
Sebab "masalah" itu akan mudah berpamitan bila sudah kita jamu dengan bersyukur, sabar dan istiqomah.
BAPAK KU
Syukur itu bukan berapa sedikit yg kita terimah, istiqomah itu bukan berapa lama kita siap menderita, sabar itu bukan seberapa lama kita menunggu...tapi seberapa hebat tekanan itu mampu mengasah kita meng crait gagasan dan keterampilan diri untuk lepas dari tekanan tersebut.
BAPAK KU
Dan disitu pula kita akan menemukan kebahagiaan laksana cahaya di ujung trowongan yang gelap.
BAPAK KU
Yang ahirnya menerangai kebahagiaan haq tidak akan di peroleh kecuali mendapat rahmat ALLAH SWT!!!
Berjuang!!!berjuang!!!!
Selalu berdirilah tegak pada kebenaran!!!!
(Baca Juga: KPK Periksa 6 Anggota DPRD Kota Malang yang Menjadi Tersangka Suap APBD-P)
Begitulah bait puisi yang dibacakan sang Ketua DPRD Abdul Hakim. Usai pembacaan puisi tersebut, tepuk tangan mengiringi langkahnya turun dari mimbar sekaligus menutup rapat paripurna istimewa HUT Kota Malang ke-104.
Sebagaimana diketahui, Abdul Hakim menjadi satu dari 17 orang tersangka dari anggota dewan yang ditetapkan oleh KPK terkait dugaan suap anggaran APBD tahun 2015. Hakim rencananya diperiksa oleh pihak KPK pada Jum'at pekan ini.
KPK sudah menahan sebanyak 11 anggota DPRD Kota Malang atas kasus suap pembahasan APBD-Perubahan tahun 2015. Mereka, Yaqud Ananda Gudban juga calon wali kota, tiga wakil ketua DPRD Zainudin, Rahayu Sugiarti, Wiwik Hendri Astuti, dan 7 anggota DPRD lain, Heri Pudji Utami, Mohan Katelu, Bambang Sumarto, Sukarno, Abdulrachman, Hery Subianto, dan Salamet.
Selain mereka, Wali Kota Malang non-aktif Moch Anton juga calon serta mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono, dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistyo juga ditahan.
(Fiddy Anggriawan )