CIREBON - Kedatangan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi di Pondok Pesantren Raja’ul ‘Ulum Hidayah al Isma’iliyah, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sangat ditunggu-tunggu. Bahkan dalam acara Isra’ Mi’raj tersebut, Dedi diminta para kiai pesantren Kabupaten Cirebon untuk naik Kereta Paksi Naga Liman.
Kereta kencana tersebut sarat dengan nilai sejarah, memiliki bentuk berupa gabungan tiga hewan yakni paksi (burung garuda), naga (ular naga) dan liman (gajah). Pada bagian liman, terdapat trisula yang melilit dengan gaya siap menyerang. Trisula tersebut merupakan lambang 'Iman, Islam dan Ihsan' dalam Agama Islam. Syaikh Datuk Kahfi dan Sunan Gunung Jati berada di garda terdepan penyebaran Islam di daerah tersebut.
Dedi mengatakan, kereta ini hanya replika dan memiliki sejarah panjang bagi Cirebon, aslinya sudah uzur dimakan usia dan diletakkan di keraton.
Kehadirannya sebagai salah satu kader terbaik Nahdlatul Ulama rupanya sudah direncanakan jauh hari oleh keluarga pesantren. Jalinan silaturahmi yang sudah lama tersambung menjadikan Dedi akrab dengan putera bungsu Kiai Muhammad, Gus Zydni. Bocah berusia 6 tahun tersebut ternyata hanya mau dikhitan jika Dedi hadir mendampinginya dalam arak-arakan. Beberapa minggu lalu, Dedi berjanji hadir untuk memenuhi permintaan tersebut.
(Baca juga: Dedi Mulyadi Canangkan Program Pasar Rakyat Gratis)