Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Dedi Mulyadi Diarak Naik Kereta Kencana Paksi Naga Liman

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis-Senin, 02 April 2018 |11:11 WIB
Ketika Dedi Mulyadi Diarak Naik Kereta Kencana Paksi Naga Liman
Dedi Mulyadi saat diarak dengan kereta kencana Paksi Naga Liman. (Foto: Dwi Ayu/Okezone)
A
A
A

“Ya, hadir di sini atas permintaan anak bungsu Pak Kiai, mau disunat kalau saya temani arak-arakan katanya,”ujarnya, Senin (2/4/2018).

Dedi memiliki pandangan strategis atas peristiwa kultural yang baru saja ia alami. Baginya, arak-arakan pengantin sunat maupun Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di Cirebon dapat menjadi wisata budaya andalan.

Berbagai langkah diakuinya sudah disiapkan untuk hal tersebut, di antaranya dengan cara merawat berbagai produk budaya agar tetap lestari. Selain itu, manajemen kekinian harus disiapkan agar wisata budaya mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Ini salah satu produk kebudayaan yang harus lestari. Ke depan, Kereta Paksi Naga Liman harus ada replika baru, agar kereta asli tetap terjaga. Momentum seperti ini harus terkelola sebagai wisata budaya agar masyarakat sekitar mendapatkan manfaat,” ungkapnya.

(Baca juga: Tekad Dedi Mulyadi Jadikan Garut Lokasi Wisata Unggulan)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement