“Ya, hadir di sini atas permintaan anak bungsu Pak Kiai, mau disunat kalau saya temani arak-arakan katanya,”ujarnya, Senin (2/4/2018).
Dedi memiliki pandangan strategis atas peristiwa kultural yang baru saja ia alami. Baginya, arak-arakan pengantin sunat maupun Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di Cirebon dapat menjadi wisata budaya andalan.
Berbagai langkah diakuinya sudah disiapkan untuk hal tersebut, di antaranya dengan cara merawat berbagai produk budaya agar tetap lestari. Selain itu, manajemen kekinian harus disiapkan agar wisata budaya mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Ini salah satu produk kebudayaan yang harus lestari. Ke depan, Kereta Paksi Naga Liman harus ada replika baru, agar kereta asli tetap terjaga. Momentum seperti ini harus terkelola sebagai wisata budaya agar masyarakat sekitar mendapatkan manfaat,” ungkapnya.
(Baca juga: Tekad Dedi Mulyadi Jadikan Garut Lokasi Wisata Unggulan)