nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paksa Difabel Jadi Pengemis, Ayah dan Anak di China Diciduk Aparat

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 06 April 2018 18:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 06 18 1883147 paksa-difabel-jadi-pengemis-ayah-dan-anak-di-china-diciduk-aparat-awIjq87TsP.jpg Ketujuh orang penyandang disabilitas itu dipulangkan oleh aparat (Foto: South China Morning Post)

DAYE – Seorang ayah dan anak ditangkap oleh Kepolisian Daye, China, atas dugaan mempekerjakan secara paksa tujuh orang dengan gangguan kejiwaan untuk menjadi pengemis. Kedua pria bermarga Zhao itu dituduh menculik tujuh orang tersebut pada 2017 dan memaksa mereka tinggal di truk serta hanya memberikan makanan seadanya.

Ketujuh orang dengan gangguan kejiwaan itu berusia antara 17-55 tahun. Mereka mengalami kesulitan dalam mempelajari sesuatu serta berkomunikasi. Polisi mengatakan, kedua pria itu memukuli para penyandang disabilitas dengan tongkat ketika tidak patuh atau uang hasil mengemis dinilai kurang.

Kedua tersangka membantah tuduhan tersebut. Mereka berdalih tujuh orang itu adalah bagian dari kelompok kesenian. Zhao membelikan masing-masing ‘pengemis’ itu seekor unta yang diklaim sebagai bagian dari pertunjukkan. Faktanya, unta-unta itu hidup bersama ketujuh orang tersebut di jalanan agar lebih menarik perhatian warga sekitar.

“Kami melihat air kotor di mana-mana dan ada bau tidak sedap ketika membuka pintu truk. Kami juga melihat makanan yang bau di semacam wadah. Anda tidak perlu menebak seberapa buruk perlakuan pelaku terhadap mereka,” ujar petugas senior Kepolisian Daye, Liu Weimin, dinukil dari South China Morning Post, Jumat (6/4/2018).

Truk-truk itu dimodifikasi oleh Zhao sehingga muat untuk tempat tidur tingkat bagi ketujuh orang dengan gangguan mental itu. Kondisi truk dan para pengemis itu sangat buruk. Mereka hanya mengenakan pakaian yang sudah sobek serta tempat tidur di truk sangat kotor. Liu menambahkan, bau tidak sedap itu menguar karena para pengemis dilarang mandi oleh Zhao.

Kasus itu terungkap ketika Liu dan petugas lainnya mengikuti seorang pengemis berusia 17 tahun yang membawa seekor unta pada Jumat 31 Maret. Remaja itu kemudian membawa para polisi berpakaian sipil ke truk milik kedua tersangka.

Polisi lantas menemukan dua dari tujuh orang itu sudah diamputasi, masing-masing kehilangan kaki, dan seorang di antaranya tuli. Para tersangka mengatakan, ide menculik para difabel itu muncul karena mendengar bahwa kaum disabilitas mendapat uang cukup banyak dari mengemis.

Kepolisian tidak menjelaskan bagaimana pria berusia 20 dan 47 tahun itu membawa para difabel dari Linquan di Provinsi Anhui menuju Daye yang terletak di Provinsi Hubei. Selain menangkap kedua pria itu, polisi juga membawa menantu pelaku, seorang cucu, dan dua ekor unta.

Ketujuh korban dibawa pulang oleh polisi pada Senin 2 April dan langsung diserahkan ke otoritas kesejahteraan sosial setempat. Sementara itu, para tersangka mendekam di balik jeruji besi sambil menunggu proses hukum atas perbuatan mereka.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini