Karena tergabung dalam paguyuban, maka mereka diwajibkan ikut aturan. Salah satunya adalah penyewa dibatasi kepemilikan sepeda maksimal tiga unit saja.
“Satu penyewa maksimal itu tiga nyewain sepeda. Nanti tiap seminggu sekali kita mangkalnya dirolling, muter mengelilingi kawasan Kota Tua. Maksudnya ya biar adil gitu, semua merasakan di segala titik,” tuturnya.
Namun, tingginya persaingan pun diakui cukup menyulitkan Muhlisin untuk mendapat pundi-pundi rezeki. Dengan harga sewa sebesar Rp20 ribu per 30 menit, Muhlisin mengaku, dalam sehari ia rata-rata ia mengantongi tak lebih dari Rp150 ribu.
Warga naik onthel di Kota Tua (Dede/Okezone)