Image

Lavrov: Rusia Tidak Hilangkan Bukti di Lokasi Serangan Senjata Kimia Suriah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 09:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 18 1887581 lavrov-rusia-tidak-hilangkan-bukti-di-lokasi-serangan-senjata-kimia-suriah-TLcdVBDqNn.jpg Suasana di Douma sepekan setelah serangan. (Foto: Reuters)

DAMASKUS - Pemerintah Rusia mengatakan bahwa tim pemeriksa senjata kimia akan diizinkan untuk mengunjungi lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya serangan senjata kimia pada Rabu. Tim dari badan pengawas senjata kimia PBB, OPCW telah tiba di Suriah sejak Sabtu tetapi belum diperbolehkan mengunjungi Douma.

Serangan senjata kimia yang dilaporkan terjadi pada Sabtu 7 April telah memicu reaksi dari negara-negara Barat yang kemudian melancarkan serangan terhadap fasilitas pemerintah Suriah. Sementara Suriah dan sekutu dekatnya, Rusia membantah kebenaran laporan mengenai serangan tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah rekayasa.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) segera mengirimkan tim pemeriksa ke Suriah untuk melakukan pengujian mengenai kebenaran laporan tersebut. Namun, sebelum pemeriksaan dilakukan Sabtu pekan lalu, Amerika Serikat, Inggris dan Prancis melakukan serangan rudal yang menargetkan fasilitas yang diduga sebagai lokasi penyimpanan senjata kimia Suriah.

Saat para pemeriksa dari OPCW tiba di lokasi pada Rabu, 11 hari telah berlalu sejak serangan senjata kimia dilaporkan terjadi. Tim tersebut akan mengumpulkan sampel tanah dan sampel-sampel lainnya, jika ada, yang digunakan dalam serangan.

BACA JUGA: Koalisi AS Tembakkan 100 Rudal Penjelajah ke Suriah

Utusan Amerika Serikat untuk OPCW menyampaikan kecemasan mengenai kemungkinan adanya “perusakan” untuk menghilangkan bukti yang dilakukan oleh pihak Rusia di lokasi terjadinya serangan. Namun, tuduhan itu dibantah oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov dalam wawancara dengan BBC.

“Saya dapat menjamin bahwa Rusia tidak merusak lokasi itu,” kata Lavrov sebagaimana dilansir BBC, Selasa (17/4/2018).

Dia juga menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada bukti yang diberikan oleh para pemimpin negara Barat mengenai terjadinya serangan senjata kimia di Douma. Lavrov juga mengkritik Amerika Serikat, Inggris dan Prancis atas serangan yang dilancarkan ke Suriah sebelum tim dari OPCW melakukan pemeriksaan.

“Anda mengutip para pemimpin Prancis dan Inggris dan Amerika Serikat. Dan sejujurnya, semua bukti yang mereka kutip didasarkan pada laporan media dan di jejaring sosial,” tambahnya.

BACA JUGA: Rusia Klaim Miliki Bukti Tak Terbantahkan Ada Rekayasa Serangan Kimia di Douma

Sistem pertahanan Suriah dilaporkan kembali mencegat serangan udara yang menargetkan fasilitas militer pemerintah. Serangan rudal yang mengarah ke pangkalan udara di Provinsi Homs dan dekat Damaskus telah digagalkan tanpa menimbulkan kerusakan dan korban.

Serangan tersebut merupakan serangan rudal ketiga yang ditujukan ke Suriah sejak dugaan penggunaan senjata kimia dilaporkan oleh organisasi kemanusiaan White Helmets pada 7 April. Israel diduga bertanggungjawab atas dua dari tiga serangan rudal tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini