nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erdogan Umumkan Pemilihan Presiden dan Parlemen Turki Digelar pada 24 Juni

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 19 April 2018 11:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 19 18 1888676 erdogan-umumkan-pemilihan-presiden-dan-parlemen-turki-digelar-pada-24-juni-LvgArMKjDC.jpg Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)

ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan digelarnya pemilihan parlemen dan pemilihan presiden untuk digelar pada 24 Juni, setahun lebih awal dari yang dijadwalkan. Perdana Menteri Binali Yildrim mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan situasi geopolitik dan keamanan.

BACA JUGA: Kepolisian Turki akan Tangkap 70 Orang Terkait Kudeta Militer

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Erdogan mengatakan pemilihan lebih awal akan membuat negara “lebih kuat dan lebih efektif” di saat Turki menghadapi ketidakpastian, merujuk pada operasi militer Turki menghadapi kelompok Kurdi di Suriah dan Irak. Namun, beberapa pengamat menduga Erdogan mempercepat pemilihan karena munculnya tanda-tanda memburuknya kondisi ekonomi yang menjadi perhatian besar di Turki.

Erdogan siap untuk memegang kewenangan baru yang lebih luas di bawah sistem pemerintahan yang disetujui dalam referendum tahun lalu. Perubahan ini menghilangkan jabatan perdana menteri dan melemahkan parlemen sementara memberikan kewenangan pada presiden untuk secara sepihak mengeluarkan kebijakan.

Diwartakan Washington Post, Kamis (19/4/2018), seruan Erdogan untuk menggelar pemilihan lebih awal mendapat tentangan dari pihak oposisi yang mengatakan bahwa pemilihan mustahil digelar selama negara berada dalam status darurat yang memberikan wewenang luar biasa kepada negara untuk memburu para militan dan menghancurkan pihak-pihak yang menentangnya. Parlemen baru saja memperpanjang masa darurat Turki untuk ketujuh kalinya sejak diberlakukan setelah upaya kudeta yang gagal pada Juli 2016.

Pengumuman mengenai pemilihan tersebut juga memicu reaksi dari banyak pihak, termasuk beberapa tokoh oposisi. Levent Gultekin, seorang kolumnis dan pengkritik Erdogan yang cukup dikenal menggunakan kesempatan itu untuk mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden dalam pemilihan mendatang.

BACA JUGA: Walau Menang Referendum, Erdogan Tidak Berniat Bubarkan Parlemen Turki

Dalam pesan yang disampaikan melalui video, Gultekin melontarkan kritik keras terhadap Erdogan dan menyebut pemerintah telah mengambil alih negara.

“Turki lebih besar daripada Anda,” ujarnya merujuk pada Erdogan. “Pemerintah yang berkuasa sedang mengambil alih negara. Untuk mengadakan pemilihan pada 24 Juni sama saja dengan mengatakan bahwa saya sudah mengadakan pemilu kemarin. ”

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini