Diwartakan Washington Post, Kamis (19/4/2018), seruan Erdogan untuk menggelar pemilihan lebih awal mendapat tentangan dari pihak oposisi yang mengatakan bahwa pemilihan mustahil digelar selama negara berada dalam status darurat yang memberikan wewenang luar biasa kepada negara untuk memburu para militan dan menghancurkan pihak-pihak yang menentangnya. Parlemen baru saja memperpanjang masa darurat Turki untuk ketujuh kalinya sejak diberlakukan setelah upaya kudeta yang gagal pada Juli 2016.
Pengumuman mengenai pemilihan tersebut juga memicu reaksi dari banyak pihak, termasuk beberapa tokoh oposisi. Levent Gultekin, seorang kolumnis dan pengkritik Erdogan yang cukup dikenal menggunakan kesempatan itu untuk mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden dalam pemilihan mendatang.
BACA JUGA: Walau Menang Referendum, Erdogan Tidak Berniat Bubarkan Parlemen Turki
Dalam pesan yang disampaikan melalui video, Gultekin melontarkan kritik keras terhadap Erdogan dan menyebut pemerintah telah mengambil alih negara.
“Turki lebih besar daripada Anda,” ujarnya merujuk pada Erdogan. “Pemerintah yang berkuasa sedang mengambil alih negara. Untuk mengadakan pemilihan pada 24 Juni sama saja dengan mengatakan bahwa saya sudah mengadakan pemilu kemarin. ”
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.