JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Gembong Warsono menilai Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dalam menyikapi insiden pembagian sembako di Monas, Jakarta bentuk 'cuci tangan'.
Maksud Gembong terkait cuci tangan tersebut adalah sikap Sandiaga yang justru menduga kegiatan pembagian sembako yang berlangsung pada Sabtu 28 itu bermuatan politis. Padahal, kegiatan itu sendiri izinnya dikeluarkan oleh Pemprov DKI.
"Yang memberikan izin itu Pemprov kok, logikanya seperti itu. Di balik kepanitiaan itu ada apa? Siapa? Kan Pemprov pasti tahu. Orang sebelum meminta izin kan diminta keterangan dulu kan oleh Pemprov. Ini untuk kegiatan apa, agendanya apa, kan sudah pasti seperti itu," ujarnya kepada di Jakarta, Rabu (2/5/2018).
Pemprov DKI, kata Gembong, mestinya melakukan evaluasi terlebih dulu terhadap pihak yang meminta izin. "Kalau sudah beri izin dan bilang sekarang ada muatan politik, itu kan cuci tangan namanya. Jangan sekarang begitu ada insiden beliau menyatakan ini ada muatan politik. Waktu berikan izin kan enggak bilang begitu," ujarnya.
(Baca Juga: Sandiaga Menduga Acara Bagi-Bagi Sembako di Monas Bernuansa Politik)