nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terjangan Badai Debu Dahsyat Tewaskan Sedikitnya 125 Orang di India

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 04 Mei 2018 11:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 04 18 1894396 terjangan-badai-debu-dahsyat-tewaskan-sedikitnya-125-orang-di-india-avJRXIqDAO.jpg Foto: Reuters.

NEW DELHI - Angin kencang dan petir yang terus menerus menyambar dari sebuah badai debu dahsyat telah menghancurkan rumah dan pohon di seantero India. Badai tersebut telah menewaskan sedikitnya 125 korban dan melukai lebih dari 200 lainnya. Badai debu itu diperkirakan masih akan terus berlanjut.

Sedikitnya 111 orang dilaporkan tewas di Negara Bagian Uttar Pradesh, Rajashtan dan Punjab. Banyak dari korban tewas berasal dari Agra, kota tempat berdirinya Taj Mahal yang terkenal.

Sebanyak 14 korban tewas lainnya berasal dari Negara Bagian Andhra Pradesh di selatan India. AFP melaporkan, negara bagian itu dihantam 41 ribu sambaran petir pada Rabu.

Jalanan di India dipenuhi dengan puing-puing rumah dan gedung yang rusak dan pohon-pohon yang tercabut akibat dahsyatnya badai. Bencana ini juga membunuh hewan-hewan ternak dan memaksa sekolah-sekolah ditutup.

Departemen Meteorologi India memperingatkan akan kemungkinan terjadinya badai lainnya dalam beberapa hari mendatang.

"Ada kemungkinan besar bahwa angin akan meningkat dalam 48 jam ke depan di Rajasthan, yang dapat menyebabkan badai debu lain," kata peneliti dari Departemen Meteorologi India, Himanshu Sharma kepada Press Trust sebagaimana diwartakan Washington Post, Jumat (4/5/2018).

"Ini akan mempengaruhi wilayah perbatasan Uttar Pradesh dan Rajasthan, terutama Karauli dan Dholpur."

India pernah dilanda badai debu sebelumnya, namun, yang menyebabkan bencana kali ini menjadi sangat mematikan adalah puing-puing bangunan yang jatuh akibat badai.

"Banyak rumah roboh karena intensitas angin yang tinggi, atau pohon-pohon jatuh menimpa rumah-rumah," kata Komisioner Bantuan Kemanusiaan Negara Bagian Uttar Pradesh, Sanjay Kumar. Dia menjelaskan bagaimana puing-puing dan pohon tersebut membuat penghuni rumah terperangkap.

Badai kali ini juga terjadi di malam hari saat banyak penduduk tertidur, sehingga menambah jumlah korban secara signifikan.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Kamis, Perdana Menteri India, Narendra Modi mengatakan bahwa dirinya merasa "sedih dengan hilangnya nyawa" dan mengatakan dirinya telah meminta pemerintah negara bagian untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini