DENPASAR - Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster berkeluh kesah ke Kepala ORI Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab lantaran merasa jengkel jika mendengar pelayanan publik dipersulit. Ia pun berkomitmen akan memperbaiki pelayanan publik menjadi baik, cepat, dan transparan bilamana menang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali.
“Saya paling jengkel kalau mendengar pelayanan publik dipersulit,” katanya di Kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Provinsi Bali, Senin (7/5/2018).
Ia bersama wakilnya, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menandatangani komitmen pelayanan publik di Kantor Ombudsman Provinsi Bali. Menurutnya, pelayanan publik di provinsi maupun 9 kabupaten/kota di Bali berbeda-beda. Persyaratannya berbelit, tidak jelas waktu penyelesaian, dan ketidakjelasan dari segi biaya, sehingga sangat rawan terjadi pungutan liar (pungli).
Koster mengaku akan membuat regulasi yang mengatur standarisasi pelayanan publik, dalam hal ini pengurusan perizinan maupun administrasi pelayanan publik lainnya. Bali ini, sambungnya, dalam hal pelayanan publik harus bersaing dengan Singapura. Equivalen wilayahnya Singapura. Pertama, Bali ini wilayahnya kecil, relatif homogen seperti Singapura, tingkat pendidikan masyarakatnya bagus.