nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

1.000 Angkot di Jabar Mogok Beroperasi, Begini Keluhan Mereka

Oris Riswan, Jurnalis · Selasa 08 Mei 2018 12:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 08 525 1895772 1-000-angkot-di-jabar-mogok-beroperasi-begini-keluhan-mereka-Fr1y49i4Cz.jpg 1.000 Sopir Angkot Berunjuk Rasa di Depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat (foto: Oris Riswan/Okezone)

BANDUNG - Lebih dari 1.000 sopir angkot berbagai trayek di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat yang tegabung dalam Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi Jawa Barat (WAAT Jabar) berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (8/5/2018). Hal itu dilakukan sebagai bagian dari aksi mogok beroperasi pada hari ini.

Asep Solihin, salah seorang pendiri WAAT Jabar, mengatakan hari ini ada lebih dari 1.000 angkot yang berhenti beroperasi di berbagai daerah di Jawa Barat. Sementara yang datang untuk berunjuk rasa adalah perwakilan dari berbagai trayek dan daerah. Sebagian sopir taksi pun ikut dalam aksi tersebut.

Demo Angkot1.000 Sopir Angkot Berunjuk Rasa di Depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat (foto: Oris Riswan/Okezone)

(Baca Juga: Jangkauan Angkutan Umum Jadi Alasan Masyarakat Pilih Transportasi Online)

Alasan mereka beraksi adalah meminta kejelasan sikap dari pemerintah soal pengaturan keberadaan angkutan transportasi online. Sebab, kehadiran mereka dinilai membuat pendapatan para sopir angkot dan taksi menurun drastis.

"Pendapatan kami sekarang sudah sangat menurun, sangat menurun. Kadang untuk setoran saja tidak terpenuhi. Setoran rata-rata Rp120 ribu sehari," ujar Asep.

Dengan kondisi saat ini, seringkali para sopir meraup pendapatan dibawah Rp100 ribu, itu belum termasuk untuk setor kepada pemilik angkot. Hasilnya, para sopir harus memutar otak membagi setoran dan untuk pendapatannya. Rata-rata, pendapatan para sopir kini hanya kisaran Rp40 ribu.

"Untuk kehidupan sehari-hari, membiayai anak-istri, uang Rp40 ribu cukup buat apa," sesal Asep.

Massa pun meminta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 diberlakukan. Sehingga, keberadaan angkutan transportasi online bisa diatur sedemikian rupa. Sementara saat ini, peraturan tersebut ditangguhkan.

Dampaknya, keberadaan angkutan transportasi online dinilai makin berkembang liar. Jumlah mereka tidak lagi terbendung, mereka tidak menerapkan KIR, hingga tidak tertempel stiker khusus yang menandakan bahwa itu adalah angkutan transportasi online.

Demo Angkot1.000 Sopir Angkot Berunjuk Rasa di Depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat (foto: Oris Riswan/Okezone)

(Baca Juga: Protes Larangan Ngetem, Sopir Angkot Kompak Mogok)

"Untuk itu kami di sini meminta kepada pemangku kebijakan harus mengambil sikap supaya kita mendapatkan keadilan yang diinginkan," pungkas Asep.

Sementara itu, dalam aksinya, massa memarkirkan puluhan angkot dan taksi di sekitar area Gedung Sate. Sedangkan massa berkumpul di Jalan Diponegoro, tepat di depan halaman Gedung Sate. Sesekali, perwakilan massa berorasi dan menyampaikan aspirasinya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini