Serta 3 korban berada Gereja Santa Maria Jalan Ngagel Madya. Selanjutnya 2 korban di RS Bhayangkara Surabaya. Sedangkan korban luka-luka yang berjumlah 42 orang dirawat di sembilan rumah sakit.
Sebagaimana diketahui, peristiwa bom bunuh diri terjadi pada Minggu 12 Mei kemarin di tiga gereja Surabaya, yakni gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Pantekosta, Jalan Arjuno dan GKI Jalan Diponegoro. Sebanya 13 orang dinyatakan meninggal dunia dan 43 orang luka-luka akibat serangan tersebut.
Dalam waktu yang relatif cepat, Polri berhasil mengungkap pelaku bom bunuh diri dan motif di balik teror ini. Pelaku bom bunuh diri pada tiga lokasi merupakan satu keluarga, terdiri dari bapak, ibu dan empat anaknya.
Sepasang suami istri ini diketahui bernama Dita Upriyanto dan Puji yang beralamat di Wonorejo Asri, 11 Blok KK Nomor 22, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Sedangkan keempat anaknya masing-masing berinisial Y (18), FH (16), FS (11) dan P (9).