nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Protes Pembantaian Demonstran Palestina, Turki Tarik Dubesnya dari AS dan Israel

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 10:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 15 18 1898430 protes-pembantaian-demonstran-palestina-turki-tarik-dubesnya-dari-as-dan-israel-BmvimQipM1.jpg Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)

ANKARA – Turki telah memanggil pulang duta besarnya untuk Israel dan Amerika Serikat menyusul pembunuhan puluhan demonstran Palestina oleh Pasukan Keamanan Israel (IDF) di hari pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag mengatakan, kedua diplomat yang saat ini ditempatkan di Washington DC dan Tel Aviv itu akan kembali ke Turki untuk melakukan konsultasi. Turki juga mengumumkan tiga hari berkabung nasional sebagai bentuk solidaritas untuk Palestina.

Diwartakan Al Jazeera, Selasa (15/5/2018), Ankara juga meminta pertemuan tingkat tinggi (KTT) darurat organisasi kerjasama Islam (OKI) untuk digelar pekan ini, kemungkinan pada Jumat, serta digelarnya sidang Majelis Umum PBB terkait kekerasan dan penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap demonstran Palestina oleh Israel.

BACA JUGA: Erdogan: Buka Kedutaan di Yerusalem, AS Kehilangan Peran Sebagai Mediator Timteng

Tidak hanya Turki, Pemerintah Afrika Selatan juga memanggil duta besarnya dari Israel pada Senin. Afrika Selatan menyatakan kecamannya terhadap kekerasan yang dilakukan IDF terhadap demonstran Palestina.

"Melihat cara serangan Israel yang tidak pandang bulu dan membabi buta, Pemerintah Afrika Selatan telah mengambil keputusan untuk memanggil Duta Besar Sisa Ngombane dengan segera hingga pemberitahuan lebih lanjut," demikian disampaikan kementerian luar negeri Afrika Selatan.

BACA JUGA: Tentara Israel Bantai 59 Demonstran Palestina di Hari Pembukaan Kedubes AS di Yerusalem

Sedikitnya 59 demonstran Palestina terbunuh dan lebih dari 2.700 lainnya luka-luka akibat tembakan tentara Israel di sepanjang perbatasan Gaza-Israel pada Senin. Sebagian besar dari korban mengalami luka-luka akibat tembakan amunisi hidup serta gas air mata.

Otoritas Palestina dan Pemerintah Turki menyebut kekerasan yang dilakukan tentara Israel terhadap para demonstran sebagai sebuah “pembantaian” dan mendesak dunia internasional untuk turun tangan mencegah jatuhnya lebih banyak korban.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini