"Seluruhnya 200 penumpang dewasa, barang bawaan dan kargo. Atas kerjasama yang baik di antara kru pesawat, petugas layanan di darat dan petugas keamanan, maka proses pemeriksaan diselesaikan secara teliti, tepat dan benar," tuturnya.
Hasil pemeriksaan, sambung Danang, pihaknya tidak menemukan adanya benda-benda berbahaya.
"Tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan, yang dapat berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan," sambungnya.
Usai melakukan pemeriksaan, Pesawat Lion Air JT 291 telah diberangkatkan dengan jadwal terbaru pukul 15.54 WIB dari jadwal penerbangan semula pukul 13.35 WIB. Dan pesawat telah mendarat di Cengkareng pada pukul 17.22 WIB.
Kejadian tersebut mengakibatkan keterlambatan terbang dari Cengkareng menuju Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur (SUB) dan Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (KOE).